Abstract :
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model komunikasi anggota
DPRD Provinsi Lampung yang dilakukan dalam menyerap aspirasi masyarakat di
daerah pemilihan 3 Kabupaten Pesawaran dan faktor pendukung dan faktor
penghambat yang dihadapi anggota DPRD Provinsi Lampung dalam menyerap
aspirasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif.
Pengumpulan data melalui wawancara mendominasi dan dokumentasi. Peneliti
menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai
landasan teori dalam penelitian ini.
Temuan dari penelitian ini terkait dengan model komunikasi anggota DPRD
Provinsi Lampung dalam menyerap aspirasi masyarakat pada umumnya yang
dilakukan adalah reses. Meskipun model komunikasi reses digunakan oleh semua
anggota DPRD Provinsi Lampung, namun implementasinya berbeda di lapangan.
Model komunikasi yang dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat adalah
dengan model komunikasi linier (satu arah), interaksional (dua arah), dan jaringan
publik melalui temu warga yang melibatkan sejumlah pihak desa, kegiatan sosial
yang menyelenggarakan program bermanfaat untuk masyarakat, door to door
dengan melakukan kunjungan personal secara langsung ke masyarakat, bakti
sosial/acara massal dengan melibatkan diri pada kegiatan massal, dan iklan publik
yaitu aktif merespon di media sosial. Hasil kegiatan tersebut dapat menerima
aspirasi dari masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan oleh anggota DPRD
Provinsi Lampung untuk direalisasikan.
Kata kunci : Model Komunikasi, Aspirasi, DPRD Provinsi Lampung