Abstract :
Latar Belakang: Infeksi dengue adalah arthropod -borne diseases yang dapat di
klasifikasikan menjadi tiga tingkatan yakni demam dengue (DD), demam berdarah
dengue (DBD), dan dengue shock syndrome (DSS). Infeksi dengue biasanya
memiliki gejala asimptomatik dengan demam yang tidak khas, kurangnya
pengawasan dalam pasien infeksi dengue dapat menyebabkan kematian akiba
progresivitas infeksi dengue pada pasien yang bervariasi.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi observasional dengan
pendekatan cross sectional dan terdapat 112 pasien anak di RSUD Abdul Moeloek
yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan data
rekam medis. Data diuji secara bivariat menggunakan chi-square dan secara
multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal dengan Cl 95%.
Hasil: Dari 112 pasien, 17,9% menderita DD, 53,6% menderita DBD, dan 28,6%
mengalami DSS. Terdapat hubungan antara status gizi (p=0.01; OR 4,43), nyeri
perut (p=0,01; OR 2.91), muntah (p=0.003; OR 2.8), manifestasi perdarahan
(p=0.000; OR 17,3), trombosit (p=0.013; OR 2,2), dan leukosit (p=0,02 OR 2.9)
dengan derajat keparahan infeksi dengue. Tidak terdapat hubungan antara usia
(p=0.22), jenis kelamin (p=0.06), durasi demam (p=0,11), dan hematokrit (p=0,45)
dengan derajat keparahan infeksi dengue. Hasil analisis multivariat, didapatkan
manifestasi perdarahan merupakan variabel yang paling berpengaruh (OR=17,28).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi, nyeri perut, muntah,
manifestasi perdarahan, trombosit, dan leukosit. Faktor yang paling berpengaruh
dalam penelitian ini adalah manifestasi perdarahan
Kata Kunci: DBD, dengue shock syndrome, gambaran klinis, hasil laboratoris,
infeksi dengue
Background: Dengue infection is an arthropode-bone viral infection, that
classified as dengue fever (DF), dengue hemorrhagic fever (DHF), and dengue
shock syndrome (DSS). Dengue infection usually come with asymptomatic
symptoms or non-typical fever. Without close supervision, clinical symptoms in
patients can have a diverse progressivity, which can cause death
Method: This research is an observational design study with cross sectional
approach. There are 112 pediatric patients in Dr. H. Abdul Moeloek Hospital
Bandar Lampung as a subject for this study. The sampling technique is using total
sampling. Data was collected using medical record data. Data analysis were tested
with bivariat using Chi Square and multivariat analysis using ordinal logistic
regression test with Cl 95%.
Results: The results showed that of the 112 patients, 17.9% suffered from DD,
53.6% suffered from DHF, and 28.6% experienced DSS. There was a relationship
between nutritional status (p=0.01; OR 4.43), abdominal pain (p=0.01; OR 2.91),
vomiting (p=0.003; OR 2.8), bleeding manifestations (p=0.000; OR 17.3), platelets
(p=0.013; OR 2.2), and leukocytes (p=0.02 OR 2.9) with the severity of dengue
infection. There was no relationship between age (p=0.22), gender (p=0.06),
duration of fever (p=0.11), and hematocrit (p=0.45) with the severity of dengue
infection. Based on multivariate analysis, it was found that bleeding manifestations
were the most probable factor on the severity of dengue infection (OR=17,28).
Conclusion: There are a correlation between nutritional status, abdominal pain,
vomiting, bleeding manifestations, platelets and leukocytes with the severity of
dengue infection, with the most probabale factor is the manifestation of bleeding.
Keywords: clinical symptoms, dengue Infection, DHF, dengue shock syndrome,
laboratory results