Abstract :
Abstrak
Dalam perkembangan dunia pendidikan yang dirasakan semakin pesat dan dengan
semakin banyaknya sekolah-sekolah yang bermunculan sehingga menimbulkan
persaingan yang ketat, SMA Al-Kautsar Bandar Lampung dituntut dalam
meningkatkan kualitas guru salah satunya meningkatkan disiplin kerja yang
merupakan aspek terpenting pencapaian tujuan sekolah, maka diperlukan
komunikasi yang efektif sebagai penggerak kedisiplinan kerja sehingga
diharapkan tercapainya visi dan misi sekolah.
Masalah yang dihadapi SMA Al-Kautsar Bandar Lampung adalah tingginya
tingkat absensi tahunan yang mengindikasikan rendahnya tingkat kedisiplinan
kerja guru sehingga mempengaruhi jumlah jam kerja efektif rata-rata yang dicapai
dalam satu tahun selain itu kurangnya rapat koordinasi mengindikasikan jarang
terjadinya pembenahan serta dapat menyebabkan pertukaran informasi tidak
efektif.
Permasalahan dalam penulisan ini adalah apakah komunikasi internal mempunyai
pengaruh yang signifikan dengan disiplin kerja guru SMA Al-Kautsar Bandar
Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
komunikasi internal terhadap disiplin kerja guru serta memberikan sumbangan
pemikiran dan masukan pada SMA Al-Kautsar Bandar Lampung dalam upaya
meningkatkan kedisiplinan kerja.
Berdasarkan permasalahan yang ada maka diajukan hipotesis bahwa komunikasi
internal mempunyai pengaruh yang signifikan dengan disiplin kerja guru SMA
Al-Kautsar Bandar Lampung. Metode pengumpulan data untuk menguji hipotesis
ini melalui daftar pertanyaan yang ditujukan kepada 49 orang responden. Alat
analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda, sedangkan pengujian
hipotesis menggunakan uji f dan uji t.
Eriza Chandra
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Regresi Linier
Berganda didapat nilai Fhitung
sebesar 15,674 pada tingkat kepercayaan 95% dan
Ftabel sebesar 2,81. Karena F
hitung > Ftabel
, maka Ho ditolak dan Ha diterima,
Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap disiplin kerja ditunjukan oleh nilai
koefisien determinasi (R
2
) yaitu sebesar 0,511. Sehingga secara statistik terdapat
pengaruh yang nyata antara Komunikasi Internal (X) terhadap Disiplin Kerja (Y).
Hasil pengujian hipotesis secara parsial dengan uji t pada α 0,025 menunjukan
bahwa :
a. t hitung (1.009) < t tabel (2.012) maka Ho diterima dan Ha ditolak,
sehingga komunikasi ke bawah (X1) tidak berpengaruh terhadap disiplin
kerja (Y)
b. -t hitung (0,408) > -t tabel (2.012) maka Ho diterima dan Ha ditolak,
sehingga komunikasi ke atas (X2) tidak berpengaruh terhadap disiplin
kerja (Y)
c. t hitung (3,872) > t tabel (2.012) maka Ho ditolak dan Ha diterima
sehingga komunikasi ke samping (X3) berpengaruh signifikan terhadap
disiplin kerja (Y)
Dengan demikian Komunikasi Internal berpengaruh terhadap Disiplin Kerja Guru
SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.
Adapun saran yang diberikan oleh penulis dalam skripsi ini adalah Atasan
sekiranya bersama-sama dengan guru saling berinteraksi dan kerja sama dalam
upaya mencari solusi permasalahan dalam upaya meningkatkan kedisiplinan
kerja. Guru sebaiknya memiliki inisiatif yang lebih besar dalam menyampaikan
laporan, mengutarakan keluhan dan memberikan gagasan untuk memecahkan
sebuah permasalahan, sehingga akan mengurangi stress kerja guru dan
meningkatkan kedisiplinan kerjanya.