Abstract :
Pupuk Organonitrofos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari
hasil dekomposisi campuran kotoran sapi segar dan batuan fosfat alam yang baru
dikembangkan di Provinsi Lampung, sehingga perlu dilakukan uji efektivitasnya
dalam pertumbuhan dan hasil produksi tanaman cabai rawit kathur. Penelitan ini
bertujuan untuk mempelajari uji efektivitas dan pengaruh pupuk Organonitrofos
dan kombinasinya dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan, serapan hara dan
produksi tanaman cabai rawit kathur. Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan dengan
3 ulangan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan adalah A=tanpa
pemupukan, B=1.000 kg urea ha
urea ha
-1
-1
, 300 kg SP36 ha
kg urea ha
-1
-1
-1
, 400 kg SP36 ha
-1
, 300 kg KCl ha
, 200 kg SP36 ha
E=400 kg urea ha
-1
-1
-1
, 300 kg KCl ha
, C=800 kg
, 500 kg Organonitrofos ha
-1
, 200 kg KCl ha
-1
, 100 kg SP36 ha
-1
, D=600
-1
, 1.000 kg Organonitrofos ha
-1
, 100 kg KCl ha
,
, 2.000 kg Organonitrofos -1
ha
-1
, F=5.000 kg Organonitrofos ha
. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlet,
aditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Perbedaan nilai tengah perlakuan diuji
dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: (1) Perlakuan pupuk kombinasi E (400 kg urea ha
-1
kg KCl ha
-1
, 2.000 kg Organonitrofos ha
dengan dosis 5.000 kg ha
-1
-1
, 100 kg SP36 ha
-1
, 100
) dan pupuk Organonitrofos tunggal
efektif terhadap produksi secara RAE masing-masing
sebesar 47 dan 176%, serta perlakuan pupuk Organonitrofos tunggal
menunjukkan yang paling ekonomis.(2) Kombinasi pupuk Organonitrofos dan
pupuk kimia dengan dosis 400 kg urea ha
2.000 kg Organonitrofos ha
-1
-1
-1
, 100 kg SP36 ha
, 100 kg KCl ha
memberikan pengaruh terbaik terhadap
-1
,
pertumbuhan dan serapan hara NPK, sedangkan produksi terbaik terdapat pada
-1
perlakuan pupuk Organonitrofos tunggal dengan dosis 5.000 kg ha
.
Kata kunci : anorganik, cabai rawit kathur, organonitrofos, pupuk organik