Abstract :
Dengan adanya pandemi Covid-19 yang sangat mempengaruhi keuangan atau
anggaran negara, maka otomatis juga mempengaruhi proses pada
badan/lembaga/dinas penyelenggaran pengadaan barang dan jasa. (PPBJ) pada
masa pandemi COVID-19 di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi
Lampung. Penelitian ini akan membandingkan kinerja pengadaan sebelum pandemi
dengan kinerja pengadaan selama pandemi untuk memperoleh pemahaman yang
komprehensif tentang perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu melalui
wawancara juga observasi dan sekunder melalui dokumentasi data yang diperoleh.
Penelitian ini menggunakan teori dari Richard L. Daft yaitu 6 indikator kinerja
organisasi yang terdiri dari (1) Efektifitas, (2) Efisiensi, (3) Kualitas, (4) Inovasi,
(5) Responsivitas, (6) Keberlanjutan.Hasil penelitian kinerja pengadaan barang dan
jasa di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung
menunjukkan responsivitas dan adaptabilitas yang signifikan dalam menghadapi
tantangan yang muncul. Standar Satuan Harga (SSH) menjadi panduan utama,
namun menghadapi kompleksitas dalam menilai kualitas barang dan jasa karena
unsur subjektivitas. Untuk memastikan kualitas dan mencegah penyimpangan,
peran lembaga pengawas eksternal, seperti APIP, inspektorat, dan BPKB, sangat
penting. Agar selalu terwujud kinerja yang responsif dan adaptif dapat melakukan
evaluasi berkala terhadap kebijakan dan prosedur yang ada, hal ini perlu dilakukan
agar tetap relevan dengan perubahan regulasi dan kebutuhan organisasi agar semua
pihak yang terlibat dapat sepenuhnya memahami dan mengadopsi prinsip-prinsip
baru yang terus berkembang.
Kata Kunci: Kinerja Organisasi, Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa,
Pandemi Covid-19, Manajemen pengadaan barang dan jasa.