Abstract :
This research aims to analyze the financial, non-financial feasibility, level of risk
and risk management of the egg-laying chicken farming business in Gadingrejo
District, Pringsewu Regency. The number of respondents in this study was 27
laying hen breeders. The research was carried out from March to April 2023. The
method used was a survey method. Determining the research location was carried
out purposively. The data analysis methods used in financial feasibility are Net
Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) and
sensitivity as well as non-financial and risk analysis. The business scale in this
study is divided into scale I breeders with a population of 1,000 chickens and
scale II with a population of 5,000 chickens. The research results obtained show
that the laying chicken farming business is financially and non-financially feasible
to continue with NPV values of IDR 380,799,429.00 and IDR 2,821,957,475.00
respectively, IRR of 54% and 58%, Gross B/C of 1.13 and 1.15, Net B/C of 3.37
and 3.39, PP of 3.75 years and 3.55 years. Sensitivity analysis shows that both
scales remain profitable when changes occur due to a 6% decrease in egg
production, a 9% increase in egg selling prices, and a 6% increase in feed prices.
The level of risk in decreasing egg selling prices and increasing feed prices shows
that the larger the business scale, the smaller the risk, except for a decrease in
egg production due to high DOC mortality rates. Handling production and price
risks is directly carried out by farmers by administering medication, spraying
disinfectants, and trying to optimize costs..
Key words: financial analysis, risk, layer
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial, non-finansial,
tingkat risiko dan penanganan risiko usaha ternak ayam ras petelur di Kecamatan
Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Jumlah responden pada penelitian ini 27
peternak ayam ras petelur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret
hingga April 2023. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penentuan
lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis data yang
digunakan pada kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV), Internal
Rate Of Return (IRR), Payback Period (PP) dan sensitivitas serta analisis nonfinansial
dan risiko . Skala usaha pada penelitian ini terbagi ke dalam skala I
peternak yang memiliki populasi 1.000 ekor ayam dan skala II populasi 5.000
ekor ayam. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan usaha ternak ayam ras
petelur layak secara finansial dan non-finansial untuk dilanjutkan dengan masing
nilai NPV sebesar Rp380.799.429,00 dan Rp2.821.957.475,00, IRR sebesar 54%
dan 58%, Gross B/C sebesar 1,13 dan 1,15, Net B/C sebesar 3,37 dan 3,39, PP
sebesar 3,75 tahun dan 3,55 tahun. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa kedua
skala tersebut tetap menguntungkan ketika terjadi perubahan akibat penurunan
produksi telur sebesar 6%, kenaikan harga jual telur 9%, dan kenaikan harga
pakan 6%. Tingkat risiko pada penurunan harga jual telur dan kenaikan harga
pakan menunjukan semakin besar skala usaha maka risiko semakin kecil, kecuali
pada penurunan produksi telur akibat angka kematian DOC tinggi. Penanganan
risiko produksi dan harga secara langsung dilakukan oleh peternak dengan
pemberian obat, penyemprotan disinfektan, dan berusaha mengoptimalkan biaya.
Kata kunci: analisis finansial, risiko, ayam petelur