Abstract :
Saat ini para pembudi daya masih menggunakan bahan dasar tepung ikan dalam
pakan buatan, namun permintaan tepung ikan yang terus meningkat membuat ketersediaannya
tidak selalu terpenuhi. Pakan buatan berbahan dasar tepung ikan dapat
disubstitusi dengan suplementasi tepung MBM dan DDGS dalam formulasi,
akan tetapi kandungan asam amino dan daya cerna DDGS terbatas, sehingga perlu
tambahan taurin untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengkaji performa pertumbuhan dan kadar glukosa darah benih ikan gabus dengan
penambahan DDGS fermentasi, MBM dan taurin dalam pakan. Rancangan
penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6
perlakuan: P1 (Ti 16%, MBM 19%, DDGS 0%, dan taurin 0%) P2 (Ti 0%, MBM
34,7%, DDGS 10% , dan taurin 0%), P3 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS 5%, dan
taurin 0,5%) P4 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS 10%, dan taurin 0,5%) P5 (Ti 0%,
MBM 34,7%, DDGS 15%, dan taurin 0,5%) dan P6 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS
20%, dan taurin 0,5%). Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan gabus dengan
panjang awal 5,63± 0,22 cm dan berat awal 1,47 ± 0,33 g yang dipelihara
selama 45 hari, pengambilan data dilakukan pada awal dan akhir pemeliharaan.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung DDGS, MBM, dan taurin dalam
pakan memberikan pengaruh yang beda nyata terhadap pertumbuhan berat
mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan,
tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan kadar glukosa darah benih
ikan gabus (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh penambahan
tepung DDGS fermentasi dan taurin 0,5% dalam pakan berbasis MBM berbeda
nyata terhadap performa pertumbuhan dan tidak berbeda nyata terhadap kadar
glukosa darah benih ikan gabus. Perlakuan terbaik terdapat pada P3 yaitu MBM
34,7%, DDGS 5%, dan taurin 0,5%.
Kata kunci: Distillers dried grain with solubles (DDGS), taurin, benih ikan
gabus, pertumbuhan, kadar glukosa darah
Currently, farmers still use fishmeal as the base ingredient in feed, but the increasing
demand for fishmeal means that the availability is not always fulfilled. Fishmeal-
based feed can be substituted by supplementing MBM and DDGS flour in
the formulation, but the amino acid content and digestibility of DDGS are limited,
so additional taurine is needed to overcome this. The purpose of this study was to
examine the growth performance and blood glucose levels of snakehead fish seed
with the addition of fermented DDGS, MBM, and taurine in feed. The research
design used was a complete randomized design (CRD) consisted of 6 treatments:
P1 (Ti 16%, MBM 19%, DDGS 0%, and taurine 0%) P2 (Ti 0%, MBM 34,7%,
DDGS 10%, and taurine 0%), P3 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS 5%, and taurine
0,5%) P4 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS 10%, and taurine 0,5%) P5 (Ti 0%, MBM
34,7%, DDGS 15%, and taurine 0,5%) and P6 (Ti 0%, MBM 34,7%, DDGS 20%,
and taurine 0,5%). The test animals used were snakehead fish seed with an initial
length of 5,63 ± 0,22 cm and an initial weight of 1,47 ± 0,33 g which were reared
for 45 days, data collection was carried out at the beginning and end of reared.
The results showed that the addition of DDGS flour, MBM, and taurine in the
feed gave a significantly different effect on absolute weight growth, absolute
length growth, specific growth rate, feed efficiency, survival rate, feed conversion
ratio, and blood glucose levels of snakehead fish seed (P<0,05). The conclusion of
this study here the addition of fermented DDGS flour and 0,5% taurine in bone
meal and meat based feed affected growth performance and had no effect on
blood glucose levels of snakehead fish seed. The best treatment was P3, which
was 34,7% MBM, 5% DDGS, and 0,5% taurine.
Keywords: Distillers dried grain with solubles (DDGS), taurine, snakehead seed,
growth, blood glucose level.