Abstract :
Background : Myopia was a refractive error in which the eye cannot see distant
objects clearly. It was reported that between 27.17% and 92.8% of medical students
experience myopia. Previous research shows that myopia degrees with the level of
intelligence has a positive relationship and higher myopia degrees correlates with
superior intelligence test scores. The aim of this research was to determine the effect
of the degree of myopia on intelligence quotient at Lampung University Medical
Education Students.
Method : This research was a quantitative research approach cross-sectional with a
questionnaire to collect data and Culture Fair Intelligence Test Scale 3 to determine
the score of intelligence quotient then analyzed in a bivariate test using KruskalWallis
Test.
Results
: The results of a study of 74 subject showed that there were more women
than men with a percentage of 79.8% while men were 20.2%. The average age was
around 20 years. In univariate analysis, it was found that mild myopia was 55.4%,
myopia was 40.5%, and severe myopia was 4.1%. The superior category was 13.5%,
above the average 33.7%, and the average 52.7%. In the bivariate analysis it was
found that p value = 0.679 which indicates that there was no influence on the degree
of myopia intelligence quotient.
Conclusion : Mild degrees of myopia often occur in respondents. The results of this
study show that there is no influence of the degree of myopia on intelligence quotient
in Lampung University Medical Education Students.
Keywords : degree of myopia, intelligence quotient, medical student
Latar Belakang : Miopia adalah kelainan refraksi saat mata tidak dapat melihat
objek jauh dengan jelas. Dilaporkan berkisar 27,17% hingga 92,8% mahasiswa
kedokteran mengalami miopia. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan derajat
miopia dengan tingkat kecerdasan memiliki hubungan positif dan derajat miopia yang
lebih tinggi berkorelasi dengan nilai tes kecerdasan yang lebih unggul. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh derajat miopia terhadap intelligence
quotient pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Lampung.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional
dengan
menggunakan
kuesioner
dan
Culture
Fair
Intelligence
Test
Scale
3
untuk
menentukan skor intelligence quotient kemudian subjek diklasifikasikan
berdasarkan miopia derajat ringan, sedang, berat dan dianalisis pada uji bivariat
menggunakan Uji Kruskal-Wallis.
Hasil : Hasil dari penelitian 74 subjek didapatkan jumlah perempuan lebih banyak
dibandikan laki-laki dengan persentase 79,8% sedangkan laki-laki 20,2% dan usia
yang didapatkan berkisar 18-22 tahun. Pada analisis univariat didapatkan miopia
ringan 55,4%, miopia 40,5%, dan miopia derajat berat 4,1%. Didapatkan kategori
superior 13,5%, diatas rata-rata 33,7%, dan rata-rata 52,7%. Pada analisis bivariat
didapatkan p value = 0,679 yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh derajat
miopia terhadap intelligence quotient.
Simpulan : Miopia derajat ringan banyak terjadi pada responden. Dari hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa tidak didapatkan pengaruh derajat miopia terhadap
IQ pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Lampung.
Kata Kunci : derajat miopia, intelligence quotient, mahasiswa kedokteran