Abstract :
Perlakuan penderaan secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan
etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi etanol dan
lama deraan pada viabilitas benih buncis (Phaseolus vulgaris L.). Penelitian ini
menggunakan rancangan perlakuan faktorial (3x4) dalam rancangan kelompok
teracak lengkap (RKTL) dengan tiga kali ulangan, faktor utama, yaitu konsentrasi
etanol (0%, 3%, 6%, dan 9%) dan faktor kedua adalah lama waktu deraan (6, 12,
dan 18 jam). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan kemenambahan
model diuji dengan Uji Tuckey dan untuk melihat perbedaan antarnilai tengah
perlakuan dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada ? 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) konsentrasi etanol 9% mampu
menurunkan viabilitas benih buncis yang ditunjukkan oleh menurunnya kecambah
normal total, bobot kering kecambah normal, dan meningkatkan benih mati, 2)
lama deraan 18 jam dapat menurunkan viabilitas ditunjukkan oleh variabel
kecambah normal kuat, 3) pengaruh interaksi konsentrasi etanol dan lama deraan nyata ditunjukkan oleh kecepatan perkecambahan, kecambah abnormal, dan
panjang akar primer. Kombinasi antara konsentrasi etanol 9% dan lama deraan 18
jam menghasilkan nilai viabilitas yang masih bervariasi.
Kata kunci: benih, buncis, etanol, lama deraan, viabilitas.