Institusion
Universitas Lampung
Author
Jamaluddin, HODLAN JAMAMI
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2014-02-06 05:45:52
Abstract :
Keberadaan BRT yang hanya dapat bertahan kurang dari 2 tahun, ini diduga penyebabnya terletak pada MoU atau nota kesepahaman dalam pengadaan yang hanya ditetapkan secara sepihak oleh pemerintah kota Bandar Lampung. Permasalahannya adalah bagaimana proses sampai dapat terjadi hal yang demikian karena mestinya MoU itu adalah berdasar kesepakatan antar pihak.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengkaji bagaimana proses perumusan dan penetapan MoU dengan menggunakan Teori Prilaku Organisasi dengan 6 kekayaan yang melekat dalam suatu organisasi yaitu senantiasa mempunyai tujuan, Organisasi mempunyai kerangka, Organisasi mempunyai cara yang memberikan kecakapan bagi anggotanya untuk melaksanakan kerja mencapai tujuan tersebut, Organisasi
didalamnya terdapat proses interaksi hubungan kerja antara orang-orang yang bekerja
sama mencapai tujuan tersebut, Organisasi mempunyai pola kebudayaan sebagai
dasar cara hidupnya, Organisasi mempunyai hasil-hasil yang ingin dicapai. Metode
yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif adapun data-data yang
diperoleh data primer melalui wawancara mendalam, survey dan observasi sedangkan
data sekunder didapati melalui dokumen-dokumen. Hasil penelitian yang didapati
dalam Perspektif Teori Prilaku Organisasi ternyata dari keenam kekayaan hanya tiga
yang tidak berjalan pertama Organisasi Senantiasa Mempunyai Tujuan kesepakatan
dirancang oleh sepihak tanpa adanya perundingan dan pengajuan perbaikan oleh
pihak kedua. Yang kedua Organisasi didalamnya terdapat proses interaksi hubungan
yang kurang kordinasi, sikap tegas sehingga banyaknya terjadi pelanggaran MoU
oleh kedua belah pihak. Yang ketiga adalah ?Organisasi mempunyai hasil-hasil yang
ingin dicapai: tidak adanya tindakan yang tidak tegas serta pelaksanaan yang tidak
maksimal dalam implementasi BRT menjadi hal pokok terhambatnya ketercapaian
tujuan tersebut.
Kesimpulan yang dapat penulis ambil yaitu dalam proses perumusan dan penetapan
MoU tidak berjalan dengan baik karena sepihak merumuskan MoU tanpa melibatkan
dan menampung rumusan dari pihak kedua. Serta tidak mempunyai komitmen dalam
pelaksanaan MoU, disini terlihat bagaimana tidak maksimalnya para bawahan dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memenuhi apa yang telah ditetapkan dalam
orientasi organisasi dan tujuan dari MoU.