Institusion
Universitas Lampung
Author
Hadi Purwanto, 1016041050
Subject
JS Local government Municipal government
Datestamp
2015-04-30 07:56:34
Abstract :
ABSTRAK
Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang berkembang maju pesat
dalam pembangunan, dengan Kota Bandar Lampung sebagai ibukota provinsinya.
Perkembangan yang bermobilisasi di pusat pemerintahan ini menyebabkan
banyak permasalahan yang muncul khususnya mengenai pemerataan
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengacu pada
permasalahan tersebut Pemerintah Daerah Provinsi Lampung mengeluarkan
kebijakan penataan ruang dan wilayah dengan pemindahan pusat pemerintahan
Provinsi Lampung ke Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam pelaksanaanya justru terdapat permasalahan-permasalahan baru yang
muncul yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Menganalisis kebijakan
ini patut dilakukan untuk mengetahui nilai efektivitas dan efisiensi dari kebijakan
tersebut. Penelitian ini dilakukan di instansi-instansi terkait kebijakan ini yaitu
Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, DPRD Provinsi Lampung, Bappeda
Provinsi Lampung, dan Badan Pengelola Kota Baru Lampung. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganilisis proses perumusan dan penyusunan
kebijakan, mengetahui alasan dan nilai yang menjadi dasar pertimbangan
kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data
kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan disandingkan dengan tahapan model rasional
komprehensif dalam kebijakan publik, dapat disimpulkan bahwa proses
perumusan rancangan peraturan daerah ini tidak ideal dan dapat dikategorikan
kedalam model kelembagaan. Ini disebabkan ide/gagasan berasal dari inisiatif
gubernur terdahulu Bpk. Sjachroedin ZP dan tidak adanya alternatif-alternatif lain
dalam proses pemecahan masalah, sehingga tidak ada pembanding untuk
menentukan atau memilih alternatif yang terbaik. Dalam proses perumusan
kebijakan, pembuat kebijakan juga dinilai kurang teliti dan cermat dalam
menentukan alternatif pemecahan masalah, baik dari segi biaya, waktu ataupun
sebab-akibat yang akan dimunculkan dari kebijakan tersebut. Ini dibuktikan pada
perkembangannya, kebijakan pembangunan Kota Baru Lampung ini dihentikan
untuk sementara oleh gubernur Lampung M. Ridho Ficardo sampai waktu yang
belum ditentukan. Perlu ada alasan-alasan yang rasional untuk menilai apakah
sebuah program pembangunan itu layak dilanjutkan atau tidak. Harus dipahami
sebuah kebijakan mengandung risiko untuk gagal karena berbagai faktor. Tetapi,
sepanjang kebijakan tersebut dari sudut pandang kapasitas implementasi
memungkinkan untuk dilaksanakan, memiliki tujuan bernilai menguntungkan
kepentingan publik, dan mampu mengatasi dan mengantisipasi perubahan yang
akan terjadi di masa yang akan datang, maka tidak ada alasan untuk tidak
dilanjutkan.
Kata kunci: Analisis Proses, Perumusan Kebijakan Pubik, Pengembangan Wilayah
ABSTRACT
Province of Lampung is one of province was develop in a city planning, Bandar
Lampung as a province central city. A develop which mobilize in a central
government makes many problems especially about building?s average and
economics? society growth. Referring to those problems a local government
province of Lampung given a policy structuring of lay out and provincial area in a
change of central government from Province of Lampung to Jati Agung South
Lampung.
In an execution, there are many problems that become hot issue in the society.
Make an analysis of this policy to know a value of effectiveness and efficiency of
that policy. This research was conducted at an instance which concerned with the
policy that is government office province of Lampung, DPRD province of
Lampung, Bappeda Province of Lampung, and organizer board of Kota Baru
Lampung. The purpose of this research is to analysis a formulation process and
arranged a policy, to know the reason and the value of base consideration policy.
This research used descriptive qualitative research. In qualitative research, the
data were collected from interviewed, observation, and documentation study.
According the result of this research and make a compared with increase model of
rational comprehensive in a public policy, it can be conclude that the formulation
process of the rule plan of this area was not ideal and it make a category in a
institutional model. It caused by idea or concept of initiative governor previously
Mr. Sjachroedin ZP and there are no other alternatives in process solving problem,
so that there is no comparator to determine or choosing the best alternative. In
policy formulation process, a policy maker was appreciable not accurate to
determine alternative solving problem, from a cost side, time or causal
relationship which came from that policy. It was evidence from the progress,
policy of building Kota Baru Lampung was stop for a while by governor of
Lampung M. Ridho Ficardo until at a set time. Its need the rational reason to
appraise that building program was suitable to continu