Institusion
Universitas Lampung
Author
Amelia Nanda Sari, 0912011100
Subject
JS Local government Municipal government
Datestamp
2015-05-04 07:23:44
Abstract :
ABSTRAK
KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM
MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DARI SEKTOR
RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
Oleh
AMELIA NANDA SARI
Pemberlakuan otonomi daerah membawa implikasi bahwa penyelenggaraan tugas
daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dibiayai atas beban Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah. Oleh karena itu pemerintah daerah harus
mengoptimalkan penerimaan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah, salah satu
sumbernya retribusi izin mendirikan bangunan
Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah kebijakan Pemerintah Kota
Bandar Lampung dalam meningkatkan PAD dari sektor retribusi IMB? (2)
Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat kebijakan Pemerintah Kota
Bandar Lampung dalam meningkatkan PAD dari sektor retribusi IMB?
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis
normatif dan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka
dan studi lapangan. Data dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh
kesimpulan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Kebijakan Pemerintah Kota Bandar
Lampung dalam Meningkatkan PAD dari Sektor Retribusi IMB dilaksanakan
dengan: a) Pengaturan Izin Mendirikan Bangunan, yang mencakup Pengaturan
Persyaratan umum dan khusus dalam Izin Mendirikan Bangunan serta Pengaturan
Biaya Izin Mendirikan Bangunan, b) Peningkatan Kualitas Pelayanan Izin
Mendirikan Bangunan dengan menyediakan beberapa fasilitas yaitu ruang tunggu
yang nyaman, memelihara kebersihan, membuat sistem antri dengan menyediakan
nomor antrian, menyediakan papan informasi, dan Menyediakan Layanan
informasi c) Mempercepat Waktu Perizinan Mendirikan Bangunan, yaitu15 (lima
belas) hari kerja berupa Izin Pendahuluan Membangun (IPM), sedangkan IMB
diterbitkan setelah fisik bangunan mencapai 60 % (enam puluh persen).
Sementara itu masa berlaku izin selama bangunan masih berdiri, kecuali apabila
bangunan tersebut berubah dari gambar yang disetujui/berubah fungsi. (2) Faktor-
Faktor yang Menjadi Penghambat Kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung
dalam meningkatkan PAD dari Sektor Retribusi IMB terdiri dari: a) Kurang
optimalnya sosialisasi, yaitu pemerintah terkesan menganggap bahwa sosialisasi
akan pentingnya Izin Mendirikan Bangunan bukanlah prioritas utama dalam
Amelia Nanda Sari
penerapannya. b) Kurang profesionalnya pelayanan petugas, yaitu adanya keluhan
yang disampaikan oleh masyarakat terkait dengan kualitas pelayanan yang mereka
terima, di antaranya adalah adanya kesan masih panjangnya birokrasi pelayanan,
masih lambatnya pemberian pelayanan oleh petugas dan masih adanya petugas
yang memberikan pelayanan secara pilih kasih kepada masyarakat.
Saran dalam penelitian ini adalah: (1) BPMP Kota Bandar Lampung hendaknya
makin meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara mengikutsertakan para
pegawai dalam berbagai pendidikan dan pelatihan (2) Masyarakat yang merasakan
adanya ketidaksesuaian antara pelayanan perizinan IMB yang diberikan oleh
pegawai BPMP Kota Bandar Lampung dengan Standar Operasional Prosedur
yang ada hendaknya berani melakukan pengaduan sesuai dengan mekanisme.
Kata Kunci: Kebijakan, Retribusi, IMB
ABSTRACT
POLICY OF BANDAR LAMPUNG GOVERNMENT CITY IN
IMPROVING LOCAL REVENUE FROM RETRIBUTION
CONSTRUCTION PERMITS SECTOR
By
AMELIA NANDA SARI
Implementation of regional autonomy implies that the implementation of the task
areas in the implementation of decentralization financed at the expense of the
Regional Budget. Therefore, local governments must optimize the reception area
through the local revenue, one source retribution building permit.
The problem of this research are: (1) What is policy of Bandar Lampung
Government City in improving local revenue from retribution construction
permits sector? (2) What are any factors that constrain policy of Bandar Lampung
Government City in improving local revenue from retribution construction
permits sector?
The method used in this study is juridical normative and empirical. Data collected
by literature and field studies. Data were analyzed qualitatively for the conclusion
of the study.
The results showed: (1) Policy of Bandar Lampung Government City in
improving local revenue from retribution construction permits sector conducted
by: a) setting building permit, which includes general requirements and specific
settings in the building permit and building permit fee setting, b) Improving the
quality of services building permit by providing some facilities are comfortable
waiting room, maintaining hygiene, make a queuing system by providing a queue
number, provide information boards, and provide information c) Accelerate time
Licensing Building, fifteen working days Introduction building permit form, while
the physical building permit issued after reaching 60% (sixty percent). While the
period of validity of a permit for the building is still standing, unless the building
is changed fr