Abstract :
Analisis Rantai Pasok dan Nilai Tambah Agroindustri Kopi Luwak
di Provinsi Lampung
Oleh
Khairunnisa Noviantari
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai tambah, (2) mengetahui pola
alir rantai pasok, dan (3) mengetahui strategi pengembangan untuk agroindustri
kopi luwak di Provinsi lampung. Penelitian ini di lakukan di Kabupaten Lampung
Barat dan Kabupaten Tanggamus untuk mewakili Provinsi Lampung. Penentuan
lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Jumlah responden pada
penelitian ini adalah sebanyak 35 orang yang terdiri dari dari 9 orang petani kopi,
7 orang pelaku agroindustri kopi luwak, 3 orang pedagang pengumpul buah kopi,
1 orang pedagang besar buah kopi , 5 orang pedagang kopi luwak dan 10 orang
konsumen kopi luwak. Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode
deskriptif, untuk menjawab tujuan kedua digunakan analisis nilai tambah Hayami,
dan untuk menjawab pertanyaan ketiga digunakan metode analisis SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan: (1) pihak-pihak yang terkait dalam rantai pasok
agroindustri kopi luwak di Provinsi Lampung ini adalah terdiri dari petani kopi,
pedagang pengumpul, pedagang buah kopi, agroindustri kopi luwak, pedagang
besar, pedagang pengecer, eksportir, dan konsumen, (2) nilai tambah yang
diperoleh dari pengolahan satu kilogram buah kopi menjadi kopi luwak biji ratarata
sebesar Rp 61.997,86, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan satu
kilogram kopi luwak biji menjadi kopi luwak bubuk rata-rata sebesar Rp
20.554,53, dan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan satu kilogram buah
kopi menjadi kopi luwak bubuk rata-rata sebesar Rp 41.373,61, dan (3) strategi
pengembangan untuk agroindustri kopi luwak di Provinsi Lampung adalah
menghasilkan kopi luwak berkualitas balik untuk meningkatkan harga jual kopi
luwak.
Kata Kunci: Agroindustri, Kopi Luwak, Nilai Tambah, Rantai Pasok, Strategi
Pengembangan
The Supply Chain and Value Added Analysis of Luwak Coffee Agroindustry in
Lampung Province
By
Khairunnisa Noviantari
ABSTRACT
This research aims to (1) determine the flow pattern of supply chain,
(2) determine the value added, and (3) determine development strategy of luwak
coffee Agroindustry in Lampung Province. This research was conducted on West
Lampung and Tanggamus Region as the representative of Lampung Province.
Purposive methods is done to decide the location of this research. The
respondents who involved in this research were 35 people that consist of 9 coffee
farmers, 7 owner of luwak coffee agroindustry, 3 merchants of coffee, 1 big seller
of coffee, 5 retailers of luwak coffee and 10 consumers of luwak coffee. The first
objective was analyzed by a descriptive method, the second objective by Hayami
value added analysis method, and the last objective was analyzed by SWOT
analysis method. The results proved that (1) the stakeholders who involved in this
supply chain of luwak coffee agroindustry in Lampung Province were consist of
coffee farmers, merchants, sellers of raw coffee beans, agroindustry of luwak
coffee, wholesalers, retailers, exporters, and consumers; (2) value added of one
kilogram raw coffee beans processing became luwak coffee gained an average
61.997,86 IDR, one kilogram raw coffee beans became a powder of luwak coffee
gained an average 20.554,53 IDR, and one kilogram raw coffee beans became the
powder of luwak coffee gained an average 41.373,61 IDR,(3)development
strategy of luwak coffee agroindustry was produce good quality of luwak coffee to
increase the selling price.
Key words: luwak coffee agroindustry, strategy development, , supply chain, value
added