Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Andriyati, Reny Dwi
Hendarsih, Sri
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-12-26 05:39:05
Abstract :
Peningkatan prevalensi hipertensi pada usia l
anjut disebabkan oleh proses
perubahan dan kemunduran alat tubuh khususnya sistem kardiovaskuler. Aktivitas
fisik senam pada usia lanjut yang dilakukan secara rutin akan mengurangi resiko
penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya akan menj
aga
elastisitasnya. Dalam melakukan olah raga ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu
intensitas, durasi dan frekuensi. Penelitian studi komparasi tekanan darah dan denyut
nadi pada orang lanjut usia yang mengikuti senam di Posyandu ?Jambu? daerah
Bant
ul tahun 2011 merupakan penelitian studi komparatif. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan darah dan denyut nadi pada lansia yang
mengikuti senam dan yang tidak mengikuti senam.
Populasi dalam penelitian ini
adalah lanjut usi
a yang berusia 60
-74 tahun yang berjenis kelamin wanita yang
berjumlah 23 orang sesuai dengan kriteria penelitian. Alat ukur yang digunakan
adalah tensimeter, stetoskop dan stopwatch. Analisa data yang digunakan adalah
Mann
-Whitney U
-Test
dan didapatkan ha
sil
pada penghitungan tekanan darah sistolik
nilai p=0,279 untuk tekanan darah diastolik
nilai p=0,306 dan penghitungan denyut
nadi didapatkan nilai p=0,338. Disimpulkan bahwa dari ketiga nilai p pada
penghitungan tekanan darah sistolik, tekanan darah dia
stolik serta denyut nadi
didapatkan nilai p>0,05 maka H
a
ditolak dan H
o
diterima artinya tidak ada perbedaan
yang signifikan antara tekanan darah sistolik, tekanan darah disatolik dan denyut
nadi pada orang lanjut usia yang mengikuti senam dan yang tidak
senam karena
diperoleh nilai p>0,05. Diharapkan bagi lansia di posyandu agar meningkatkan status
kesehatan dengan mengikuti senam lansia secara rutin dan aktif dengan
memperhatikan intensitas, durasi dan frekuensi.