Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Maiyanti, Sari
Asnindari, Lutfi Nurdian
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2017-12-29 01:43:33
Abstract :
Latar belakang : Tingkat kesejahteraan keluarga salah satunya dipengaruhi oleh kondisi
kesehatan dan gizi masyarakat tersebut karena masyarakat yang sehatlah yang mampu
berperan aktif dalam pembangunan. Kondisi kesehatan dan gizi dapat ditinjau dari sisi
individu, keluarga dan lingkungan, Salah satu indikator kesehatan yang sangat penting adalah
status gizi balita. status gizi balita digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan dan tingkat
kesejahteraan disuatu daerah. Semakin banyak jumlah penduduk miskin atau kurang sejahtera
di suatu daerah (tingkat kemiskinannya tinggi), maka semakin banyak pula anak balita yang
menderita kurang gizi, faktor- faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah:
pengetahuan orangtua, tingkat pendidikan orangtua, faktor sosial ekonomi keluarga,
pendapatan orangtua, tingkat kesejahteraan keluarga dan tingkat daya beli pangan.
Tujuan :Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan keluarga dengan status gizi
balitadi RW 2 Kelurahan Ngampilan Yogyakarta
Metode : penelitian mengunakan rancangan deskriptif dengan metode cross sectional,
metode pengumpulan data dengan kuisoner, jumlah sampel adalah 30 balita dan ibu balita
dengan teknik total sampling, analisa data kendall 's tau.
Hasil :Bahwa tingkat kesejahteraan yang paling banyak adalah keluarga sejahtera tahap 2
sebanyak 11 orang (36,7, keluarga yang memiliki balita dengan status gizi baik sebanyak 13
orang (43,3%), dan keluarga yang memiliki balita dengan status gizi kurang sebanyak 2
orang (6,3%).%). Berdasarkan uji analisis didapatkan nilai t hitung sebesar 0,344 dengan
taraf signifikansi 0,032 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat
kesejahteraan keluarga dengan status gizi balita yang ditunjukkan dengan nilai taraf
signifikansi hitung lebih kecil dari taraf kesalahan 5% (0,05).
Saran : Diharapkan orangtua yang mempunyai balita lebih memperhatikan dalam
menyediakan makanan yang baik untuk anak-anaknya dari jumlah dan mutu, selain itu
diharapkan orangtua yang mempunyai balita agar dapat memperdalam pengetahuan
mengenai gizi balita untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di masa depan.