Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Faizah, Umul
Mufdlilah, Mufdlilah
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-27 05:36:31
Abstract :
Latar belakang : Kurangnya kesadaran atau pengetahuan ibu tentang
pentingnya pemberian ASI eksklusif sehingga menyebabkan rendahnya motivasi ibu
dalam pemberian ASI.
Tujuan : untuk mengetahui pengaruh teknik konseling menyusui yang benar
pada ibu nifas terhadap motivasi ibu dalam pemberian ASI di RSU PKU
Muhammadiyah Bantul.
Metode : Quasi eksperimen dengan Pretest-postest with control group.
Populasinya adalah semua ibu nifas yang baru melahirkan pertama kali, dengan
Accidental sampling secara berurutan yaitu 32 responden, dibagi dua kelompok yaitu
16 kelompok ekperimen dan 16 kelompok kontrol. Analisa data yaitu Mann Whietney
U-test.
Hasil : Motivasi responden kelompok eksperimen setelah diberikan
kuesioner pre-test yaitu motivasi kurang (6,3%), motivasi sedang (75%), motivasi
tinggi (18,8%) dan setelah post-test yaitu motivasi sedang (31,3%) dan motivasi
tinggi (68,8%). Motivasi responden kelompok kontrol setelah diberikan kuesioner
pre-test yaitu motivasi kurang (31,3%), motivasi sedang (56,3%), motivasi tinggi
(12,5%) dan setelah post-test yaitu motivasi kurang (31,3%), motivasi sedang
(62,5%), motivasi tinggi (6,3%). Perbedaan motivasi pada responden kelompok
eksperimen setelah diberikan kuesioner pretest dan postest yaitu Asym. Signifikan
0,001 (<0,05). Perbedaan motivasi responden kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol yaitu Asym. Signifikan 0,000 (<0,05). Perbedaan motivasi pada kelompok
kontrol setelah diberikan kuesioner pre-test dan post-test yaitu Asym. Signifikan
0,850 (>0,05).
Simpulan : Ada pengaruh pemberian konseling teknik menyusui yang benar
pada ibu nifas terhadap motivasi dalam pemberian ASI, hal ini dibuktikan dengan
adanya peningkatan motivasi pada kelompok ekperimen yaitu sebesar 50%
Saran : Diharapkan bidan RSU PKU Muhammadiyah Bantul dapat
memberikan pelayananan intensif tentang konseling, pendampingan dan penyuluhan
menyusui kepada ibu agar nantinya ASI eksklusif bisa terlaksana dengan baik.