Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Siswantari, Yuniarti Diah
Isnaeni, Yuli
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2018-01-02 03:29:52
Abstract :
Latar belakang :
Hipertensi yang tidak dirawat dapat membawa dampak yang
parah. Karenanya, pengobatan yang tepa
t sangat penting dilakukan, sehingga
penyakit hipertensi dapat segera dila
kukan. Walaupun peranan obat antihipertensi
sangat efektif dan dipercaya mampu me
nurunkan tekanan darah pada penderita
hipertensi namun penyakit hipertensi sampai
pada saat ini belum dapat dikendalikan
dengan optimal. Salah satu obat alternatif
untuk mengatasi hipertensi adalah daun
binahong. Penelitian dilakukan selama bulan Februari 2011.
Tujuan :
Diketahuinya pengaruh air rebusa
n daun binahong terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia di Desa
Kopat Karangsari Pengasih Kulon Progo.
Metode penelitian :
Jenis penelitian ini adalah je
nis penelitian eksperimen dengan
rancangan
one-group pretest-postest desain
. Populasi dalam penelitian ini adalah
lansia penderita tekanan darah tinggi (hiper
tensi) yang ada di Desa Kopat Karangsari
Pengasih Kulon Progo yang berjumlah 33
orang. Pengambilan sampel dilakukan
dengan
Purposive Sampling
diperoleh sampel sebanyak 15 responden. Analisa data
dilakukan dengan rumus t-test
paired
.
Hasil penelitian :
Menunjukkan bahwa tekanan sist
ole dan diastole responden
sebelum diberikan air rebusan daun bina
hong tergolong sedang yaitu 6 orang (40%).
Tekanan sistole dan diastole responden setelah diberikan air rebusan daun binahong
tergolong ringan yaitu 8 orang (53,3%). Has
il uji t-test menunjukkan nilai t sebesar
3,873 pada df 14 dengan taraf signifikansi (p) 0,002.
Kesimpulan ada pengaruh pemberian air
rebusan daun binahong
terhadap penurunan
tekanan sistolik dan diastolik pada penderi
ta hipertensi di Desa Kopat Karangsari
Pengasih Kulon Progo. Saran bagi penderita
hipertensi di De
sa Kopat Karangsari
Pengasih Kulon Progo agar terus mela
kukan penanganan hipertensi dengan
menggunakan rebusan daun binahong sehingga
hipertensi bisa ditanggulangi.