Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Sari, Ameylia Sandra Puspita
Anjarwati, Anjarwati
Subject
BJ Ethics
Datestamp
2017-12-30 06:45:37
Abstract :
Hampir 85% sekolah menengah pertama mengatakan tidak memberikan
pendidikan kesehatan reproduksi secara khusus termasuk edukasi untuk
mempersiapkan pubertas. Hal ini menimbulkan remaja mendapatkan informasi
tentang pubertas dari sumber yang kurang tepat. Sehingga peran guru diperlukan
dalam memberikan informasi tentang pubertas. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan peran guru dalam memberikan pendidikan kesehatan
reproduksi dengan sikap remaja dalam menghadapi pubertas di SMP N 2 Dukun
Magelang tahun 2013.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan
waktu secara cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini
menggunakan teknik total sampling. Total sampel pada penelitian ini adalah
sebanyak 61 siswa dari kelas XII A, B, dan C SMP N 2 Dukun Magelang.
Instrumen yang digunakan adalah kisioner. Analisis data chi-square dilanjutkan
dengan mencari keeratan hubungan.
Hasil penelitian dari 61 responden menunjukkan bahwa peran guru paling
banyak kategori sedang yaitu 29 orang (47,5%). Dari 61 responden diketahui
bahwa sikap remaja paling banyak kategori cukup 33 orang (54,1%). Berdasarkan
uji chi square diketahui ?2
hitung sebesar 11,782 dengan nilai p=0,019. Berdasarkan
df=2 ada taraf signifikansi 5% maka diketahui nilai p<0,05, maka dapat
dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru dalam
pendidikan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja dalam menghadai pubertas
di SMP N 2 Dukun Magelang Tahun 2013.