Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Firdhausya, Rofi'ah
Purwati, Yuni
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-11-20 07:25:59
Abstract :
Latar Belakang:Ketuban Pecah Dini yang terjadi pada ibu bersalin akan
berdampak pada ibu (infeksi intrapartal, infeksi nifas, peritonotis, septikemia, dry-
labor) dan janin (infeksi intrauterine, tali pusat menumbung, kelahiran prematur,
amniotic band syndrome). Ketuban pecah dini lebih sering ditemukan pada wanita
multipara dibanding pada wanita nullipara.
Tujuan: Mengetahui hubungan status paritas dengan kejadian ketuban
pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2015.
Metode: Metode pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional
dan pengambilan sampel secara accidental sampling.
Hasil: Mayoritas responden memiliki status paritas primipara sebanyak 85
orang (57,8%) dan multipara sebanyak 62 orang (42,2%). Sedangkan ibu bersalin
yang mengalami KPD sebanyak 19 orang dengan karakteristik primipara
sebanyak 13 orang (68,4%) dan multipara sebanyak 6 orang (31,6%).
Simpulan: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi
square, memberikan hasil nilai signifikan dimana P = 0,377 > 0,05, hipotesa Ha
ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara status paritas dengan kejadian
ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
Saran:Bagi bidan di RSUD Panembahan Senopati Bantul hendaknya dapat
lebih memahami faktor resiko pada ibu bersalin dan memberikan penatalaksanaan
sesuai kewenangan dengan mengikuti SOP yang sudah ada