Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Intami, Eprina
Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Subject
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Datestamp
2017-12-27 06:44:46
Abstract :
Sebagian besar para santri yang merupakan remaja putrid khususnya
kelompok Salafiah Wustha (SMP) mengalami anemia ringan berjumlah 36 orang
(59,0%) dari 61 orang. Remaja anemia yang hamil sangat beresiko untuk
mengalami perdarahan antepartum, abortus, persalinan premature, serta mudah
terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui factor - faktor yang berhubungan
dengan anemia seperti status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi dan riwayat
penyakit infeksi.
Metode penilitian yang digunakan adalah survey analitik dengan
pendekatan waktu crosssectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja
putrid kelas 2 SMP Pondok Pesantren Binbaz Piyungan Bantul Yogyakarta yang
berjumlah 154 responden. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling
secara undian. Analisis yang digunakan untuk bivariate menggunakan Uji statistic
chi square dan Uji statistic Kendall Tau dan untuk melihat faktor yang dominan
menggunakan Uji Regresi Linier Berganda.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebagian besar responden
menderita anemia ringan sebanyak 36 orang (59,0%), memiliki status gizi yang
normal sebanyak 47 orang (77,0%), memiliki siklus mentruasi yang tidak teratur
sebanyak 31 orang (50,8%), memiliki lama menstruasi yang normal 38 orang
(62,3%) dan sebagian besar responden tidak memiliki riwayat penyakit infeksi
sebanyak 41 orang (67,2%). Uji statistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan
yang bermakna antara siklus menstruasi dengan anemia (p=0,005), lama
menstruasi dengan anemia (p=0,025) riwayat penyakit infeksi dengan anemia
(p=0,000) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan
anemia (p=0,673). Dari semua faktor yang berhubungan hanya riwayat penyakit
infeksi yang lebih dominan berhubungan dengan anemia (p= 0,004). Diharapkan
hasil penelitian ini dapat menjadi informasi serta masukan penting bagi kesehatan
khususnya remaja sebab remaja sangat rentan untuk terkena anemia dan
mengalami mentruasi setip bulannya bersamaan kehilangan zat besi.