Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Damayanti, Arum Tri Hirasiana
Mufdlilah, Mufdlilah
Subject
L Education (General)
Datestamp
2017-12-27 03:35:31
Abstract :
Latar Belakang : Hasil Survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa pada umumnya orang tua masih
menganggap masalah kesehatan reproduksi merupakan hal yang tabu dibicarakan.
Orang tua tidak memiliki kesiapan dan kesanggupan dalam menyampaikan
masalah kesehatan reproduksi. Karena hal tersebut, remaja lebih senang dan
terbuka membahas masalah kesehatan reproduksi dengan teman sebaya daripada
dengan orang tua. Konsekuensinya remaja mungkin akan mendapatkan informasi
yang kurang tepat bahkan banyak yang sering disalahartikan atau diselewengkan.
Metode : eksperimen semu (Quasi eksperimen) rancangan pretest-posttest dengan
kelompok control (Pretest-posttest with control group). Instrumen berupa
kuisioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 siswa, 26 siswi
sebagai kelompok eksperimen dan 26 siswi sebagai kelompok control. Analisa
data menggunakan uji statistic wilcoxon matched paired test dan mann whitney
Hasil : Penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara
kesiapan menghadapi menarche pada kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol dengan nilai p-value = 0,012 (p<0,05) dengan Z = -2,519, dan rerata
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebesar 31,79 dan
21,21, sehingga terdapat pengaruh penyuluhan terhadap kesiapan menghadapi
menarche pada siswa SD Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Kesimpulan : terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi usia dini
terhadap kesiapan menghadapi menarche pada siswa SD Muhammadiyah Kota
Yogyakarta.
Saran : Penyuluhan terhadap kesiapan menghadapi menarche menunjukkan
adanya perubahan sikap sehingga harus menambah informasi terutama pada
masalah kesehatan reproduksi agar terdapat kesiapan untuk menghadapi
menarche.