Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Aulia, Aulia
Syaifudin, Syaifudin
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-12-27 04:33:36
Abstract :
Berdasarkan data profil kesehatan provinsi Yogyakarta kejadian bayi berat
lahir rendah mengalami kenaikan dari 1.275 kasus BBLR tahun 2007 menjadi 1.448
kasus BBLR tahun 2010. Kabupaten Bantul merupakan angka kejadian BBLR
tertinggi yaitu sebanyak 465 kasus pada tahun 2010. Angka Kematian bayi
Kabupaten Bantul meningkat pada tahun2008 yaitu13,23per 1000 kelahiranhidup.
Salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian bayi adalah BBLR. Penanganan
kasus BBLR banyak ditangani di RSUD Panembahan Senopati Bantul, pada tahun
2011 adalah sebanyak 409 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubunganjarakkehamilandengankejadianbayi berat lahirrendah.
Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan case control, dan
cara pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik pasien.
Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan periode Januari sampai
dengan Desember 2011 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik
pengambilan sampel adalah sampling purposive, dengan perbandingan jumlah
sampel 1:1 yaitu sampel kasus 45 dan sampel kontrol 45. Teknik analisis yang
digunakan yaituChiSquare.
Hasil analisis chi- square menunjukkan jarak kehamilan mempunyai
hubungan dengan kejadian BBLR dengan nilai OR= 4,0, berarti ibu dengan jarak
kehamilan <27 & >51 bulan memberi peluang 4 kali terhadap kejadian BBLR,
secara statistik bermakna dengan P = 0,002 dan CI (1.602-9.985). Variabel lain
yang berhubungan dengan BBLR yaitu pendidikan nilai OR = 2.531, secara statistik
bermakna dengan P = 0,033 dan CI (1.070-5.986). Variabel-variabel lain yang
secara statistik tidak bermakna dengan nilai P = > 0,05 yaitu usia ibu dan paritas.
Kesimpulan yaitu ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir
rendah. Faktor lain yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah yaitu
pendidikan ibu. Saran dalam pencatat rekam medik di RSUD Panembahan Senopati
Bantul hendaknya lebih meningkatkan kinerja dan kedisiplinan dalam hal
pendokumentasian,terutamadalam kelengkapan pengisiandatarekam medik