Abstract :
Latar Belakang: Penyebab ketuban pecah dini belum diketahui secara
pasti, namun secara tertulis kemungkinan disebabkan karena infeksi, kelainan
letak janin, usia ibu, ukuran panggul, paritas atau riwayat ketuban pecah dini
sebelumnya. Dampak terjadinya ketuban pecah dini dapat menyebabkan infeksi
maternal maupun neonatal, hipoksia karena kompresi tali pusat, deformitas janin,
meningkatnya insiden seksio sesarea atau gagalnya persalinan normal.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RSUD Sleman.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan survey analitik dengan
pendekatan waktu secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua
ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini di RSUD Sleman yang
didapatkan dari rekam medik. Teknik pengambilan sampel dengan total sampel
dengan jumlah 190 responden. Pengolahan data menggunakan dua uji statistik
yaitu Chi Square dan Kendall Tau.
Hasil: Berdasarkan uji statistik Chi Square dengan p value = 0,05
didapatkan hasil Asymp.Sig pada variabel letak janin dengan nilai p= 0,171, pada
variabel status pekerjaan nilai Asymp.Sig p= 0,319 yang berarti tidak ada
hubungan antara letak janin dan status pekerjaan dengan ketuban pecah dini.
Sedangkan hasil uji Kendall Tau dengan p value = 0,05 pada variabel usia ibu
didapatkan hasil Asymp.Sig dengan nilai p= 0,000 yang berarti ada hubungan
antara usia ibu dengan ketuban pecah dini.
Simpulan: Tidak ada hubungan antara letak janin dan status pekerjaan
dengan ketuban pecah dini. Sedangkan usia ibu berhubungan dengan kejadian
ketuban pecah dini.
Saran: Bidan dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan
ketuban pecah dini khusus pada ibu dengan usia beresiko dan yang memiliki
panggul sempit.