Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Oselaguri, Oselaguri
INDRIANI, INDRIANI
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-18 03:19:20
Abstract :
Latar Belakang : Agar bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat,
cerdas salah satu upaya adalah memberikan ASI ekslusif. Bayi yang tidak
diberikan ASI ekslusif mempunyai 17 kali lebih besar mengalami diare, dan tiga
sampai empat kali lebih besar terkena ISPA, insiden infeksi meningkat,
menyebabkan alergi, keeratan hubungan ibu dan bayi berkurang. Berdasarkan
Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010 cakupan ASI ekslusif 61,3%, DIY 63,4%,
Kabupaten Bantul berdasarkan profil kesehatan kabupaten kota tahun 2008,
Kabupaten Bantul menduduki posisi terendah untuk cakupan ASI ekslusifnya
yaitu sebesar 29,2% dan Puskesmas Sewon II yang paling terendah di Kabupaten
Bantul.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
pemberian ASI ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon II Kabupaten Bantul
tahun 2012. Dengan Metode deskriptif analitik, pendekatan cross sectional.
Jumlah responden adalah 85 responden,dengan teknik pengambilan sampel
purpossive sampling, analisa data menggunakan Chi kuadrat.
Hasil Penelitian : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan
pemberian ASI ekslusif (p=0,018). Tidak ada hubungan yang signifikan antara
umur (p=0,697), pendidikan (p=0,355) pekerjaan (p=0,167), penghasilan
(p=0,958), mendapatkan sumber informasi (p=0,132), dukungan keluarga
(p=0,127) dengan pemberian ASI ekslusif.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian faktor yang mempengaruhi pemberian
ASI ekslusif di wilayah kerja puskesmas Sewon II adalah pengetahuan. Sebagian
besar responden tidak memberikan ASI ekslusif yaitu 65 orang (76,5%), sehingga
perlu dilakukan penyuluhan secara berkala tentang ASI esklusif oleh tenaga
kesehatan, agar cakupan ASI ekslusif dapat meningkat.