DETAIL DOCUMENT
Hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta Tahun 2010
Total View This Week0
Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Purwaningsih, Puji Astuti
Rokhanawati, Dewi
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2017-12-30 02:02:24 
Abstract :
Latar Belakang : Prevalensi BBLR di Indonesia adalah 29 % (RISKESDAS, 2007). Prevalensi BBLR di DIY adalah 17,2 % (Dinkes Prop.DIY, 2007). BBLR di Kota Yogyakarta mengalami kenaikan dari 2,96 % ( 2008) menjadi 4,52 % pada tahun 2009 (Dinkes Kota Yogyakarta, 2009). Angka kejadian BBLR di Puskesmas Mergangsan mengalami peningkatan , dari 7,58% (tahun 2009) menjadi 12,8 % pada tahun 2010, serta adanya peningkatan kasus ibu bersalin dengan paritas berisiko (1 dan >3) dari 11,2% pada tahun 2009 menjadi 21,1 % pada tahun 2010. Tujuan Penelitian : Untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian BBLR. Metode Penelitian : Survey Analitik dengan rancangan case control. Data menggunakan skala data nominal, uji hipotesis antara dua variable menggunakan analisa Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Lokasi penelitian di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Sampel penelitian adalah semua ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 207 subyek penelitian, dibagi menjadi kelompok kasus 69 responden dan kelompok kontrol 138 responden. Hasil Penelitian : Dengan analisa Chi Square didapatkan p-value = 0,024 (pvalue < 0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian BBLR. Odds Risiko pada kelompok ibu bersalin dengan paritas risiko terhadap kejadian BBLR sebesar 1,96 kali lipat dibandingkan dengan ibu bersalin dengan paritas tidak berisiko, dengan interval kepercayaan 95% sebesar 1,090 sampai 3,538 yang menunjukkan paritas adalah faktor resiko terjadinya BBLR. Kesimpulan : Ada hubungan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian BBLR. Paritas risiko (1 dan > 3) meningkatkan kejadian BBLR sebesar 1,9 kali dibandingkan pada paritas tidak berisiko (2 dan3). Saran: Meningkatkan KIE dan pemantauan pertumbuhan janin intra uteri secara cermat sehingga dapat meminimalisasi kasus BBLR. 
Institution Info

Universitas Aisyiyah Yogyakarta