Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Aryani, Farida
Suharni, Suharni
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-12-27 01:50:59
Abstract :
Masalah kependudukan di Indonesia yang utama adalah jumlah penduduk
yang begitu besar dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 % tiap tahunnya. Dan
harus diturunkan menjadi 1,14% per tahun, jika tidak maka pada tahun 2050
Indonesia akan mengalami kenaikan penduduk hingga 231,3%. Konseling awal
merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan KB (Keluarga
Berencana). Konseling awal yang baik akan membantu klien dalam menggunakan
kontrasepsi yang lebih lama dan meningkatkan keberhasilan KB. Berdasarkan
studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Mergangsan pada bulan
April 2011, didapatkan hasil bahwa dari 10 responden didapatkan 6 orang (60%)
kurang mengerti dengan efek samping kontrasepsi suntik DMPA, dan 7 orang
(70%) diantaranya menyatakan kurang mengerti dengan kelebihan dan
keterbatasan kontrasepsi suntik DMPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peran bidan dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas
Mergangsan, Yogyakarta tahun 2012.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang melaksanakan kunjungan
pertama dan ke dua kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Mergangsan,
Yogyakarta pada bulan Mei sampai Juni 2012. Sampel berjumlah 30 orang
menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan
kuesioner dan wawancara. Analisis data disajikan dalam bentuk tabel dan
kemudian dibuat persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bidan dalam konseling awal
kontrasepsi suntik DMPA dengan kategori baik adalah 71,1%, kategori cukup
21,7%, dan kategori kurang 7,2%. Dari data tersebut sebagian besar bidan
mempunyai peran yang baik dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA.
Untuk meningkatkan keberhasilan keluarga berencana, untuk itu peran baik bidan
dalam konseling awal kontrasepsi suntik DMPA dapat dipertahankan dan
ditingkatkan