Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Wahyuni, Tuti
INDRIANI, INDRIANI
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2018-01-02 06:51:00
Abstract :
Latar Belakang : Cakupan penemuan ISPA khususnya pneumonia di Indonesia
pada balita tahun 2010 sebesar 23% dengan jumlah kasus yang ditemukan
sebanyak 499.259 kasus. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 13 Mei
2012 didapatkan data kasus balita yang menderita pneumoni yang dilaporkan
dalam kurun waktu 3 bulan di Puskesmas Seyegan dari 9 bayi yang menderita
pneumonia meningkat mencapai 12 bayi.
Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Seyegan Sleman tahun 2012.
Metode Penelitian : Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan
rancangan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling
yaitu sebanyak 12 balita yang menderita ISPA (Pneumonia) di Puskesmas
Seyegan Sleman tahun 2012. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil
penelitian dianalisis dengan rumus distribusi frekuensi relatif.
Hasil penelitian : Prevalensi kejadian ISPA (Pneumonia) pada balita di
Puskesmas Seyegan Sleman tahun 2012 sebanyak 12 orang. Balita yang
mengalami kejadian ISPA tidak mendapatkan ASI eksklusif 7 orang (58,3%),
berumur 0-24 bulan 7 orang (58,3%), berjenis kelamin laki-laki 7 orang (58,3%),
status imunisasi lengkap sebanyak 10 orang (83,3%), kepadatan hunian rumah
baik sebanyak 10 orang (83,3%), ventilasi rumah baik 10 orang (83,3%), lantai
rumah sebagian diplester/ubin atau keramik 10 orang (83,3%), jenis bahan bakar
minyak tanah/gas 10 orang (83,3%), anggota keluarga yang merokok 11 orang
(91,7%), serta anggota keluarga yang menderita ISPA 7 orang (58,3%).
Kesimpulan : Gambaran kejadian ISPA (pneumonia) pada balita di Puskesmas
Seyegan Sleman tahun 2012 adalah anggota keluarga yang merokok, pemberian
ASI eksklusif, jenis kelamin, dan anggota keluarga yang menderita ISPA. Saran
pada Ibu balita diharapkan agar tetap memberikan ASI kepada balita dan tidak
merokok di dekat balita.