Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Puspitasari, Gani
Ismarwati, Ismarwati
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-12-30 02:35:38
Abstract :
Metode kontrasepsi suntik populer saat ini adalah Depo Medroksi
Progesteron Acetat (DMPA). Sampai tahun 2011 jumlah akseptor kontrasepsi
DMPA di Puskesmas Kraton sebanyak 763 (60,2%). Kontrasepsi suntik memiliki
efek samping antara lain kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan
kenaikan berat badan di Puskesmas Kraton Yogyakarta tahun 2012.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan
pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor
kontrasepsi suntik DMPA yang melakukan kunjungan ulang dari Desember 2011
? Februari 2012. Metode pengambilan sampel dengan teknik random sampling
sebanyak 74 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi
dokumentasi. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi product moment.
Hasil penelitian menunjukan 36 (48,6%) responden telah menggunakan
kontrasepsi DMPA ? 4 tahun, dan sebanyak 31 responden (41,9%) mengalami
kenaikan berat badan 1-<4 Kg. Hasil uji statistik didapatkan nilai koefisian
korelasi sebesar 0,230 (p = 0,049 < 0.05). Kesimpulan ada hubungan antara
penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan kenaikan berat badan di Puskesmas
Kraton Yogyakarta, dengan keeratan hubungan variabel rendah. Bagi bidan, agar
memberikan saran kepada akseptor kontrasepsi suntik DMPA setelah 2 tahun
untuk berganti metode kontrasepsi yang bukan hormonal.