Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Okinarum, Giyawati Yulilania
Rokhanawati, Dewi
Subject
LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education
Datestamp
2017-12-29 06:11:11
Abstract :
Anak yang hidup di jalanan, dengan kehidupan seksualnya yang bebas, rawan
terkena Human immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired immune deficiency
syndrome (AIDS) dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Berdasarkan hasil
studi pendahuluan di Rumah Singgah Yayasan Girlan Nusantara Sleman, diperoleh
data bahwa, usia mulai seks pada anak jalanan di yayasan tersebut adalah 6 tahun
untuk perempuan, dan 8 tahun untuk laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana kehidupan seksual remaja anak jalanan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi
fenomenologi. Metode pengumpulan data secara wawancara mendalam (indepth
interview). Partisipan penelitian ini adalah 3 remaja putri anak jalanan yang sudah
pernah melakukan hubungan seksual.
Dari penelitian dapat diperoleh sebelas tema utama, yaitu alasan utama menjadi
anak jalanan, sikap/respon orang tua, pengetahuan remaja putri anak jalanan tentang
seks bebas, alasan melakukan seks bebas, aktivitas seksual remaja putri anak jalanan,
sisi lain kehidupan remaja putri anak jalanan, pengetahuan remaja putri anak jalanan
terhadap penyakit menular seksual, sikap remaja putri anak jalanan terhadap penyakit
menular seksual, pencegahan yang dilakukan remaja putri anak jalanan terhadap
kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual, harga diri rendah pada remaja
putri anak jalanan, pandangan saat ini dan selanjutnya dalam segi spiritual remaja
putri anak jalanan terhadap seks bebas yang telah dilakukan. Diharapkan bagi
pelayanan kesehatan terutama bidan yaitu agar lebih peka dalam menghadapi kasus?
kasus terkait dengan anak jalanan yang berhubungan dengan kesehatan
reproduksinya, berusaha untuk bertindak sebagai petugas kesehatan yang tidak
memilih-milih dalam hal melakukan penanganan pada anak jalanan terkait dengan
kesehatan reproduksinya, serta memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada
mereka.