Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Margiana, Wulan
Suharni, Suharni
Subject
BJ Ethics
Datestamp
2017-12-29 01:51:36
Abstract :
Masalah seks pada remaja sering kali mencemaskan para orang tua, juga
pendidik, pejabat pemerintah, para ahli, dan sebagainya. Pendidikan Kesehatan
Reprodusi memiliki peranan yang sangat penting dalam proses perubahan dalam
aspek pengetahuan, sikap dan perilaku yang berkaitan dengan seksualitas dan
reproduksi dengan metode monitoring dan evaluasi yang bersifat partisipatif dan
konstruktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan seks
dengan perilaku seks siswa kelas X di SMA Negeri 11 Yogyakarta tahun 2011.
Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan
waktu crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA
Negeri 11 Yogyakarta berjumlah 269 orang. Teknik pengambilan sampel adalah
Proporsional Sampling dan Random Sampling didapatkan sampel berjumlah 54
orang. Pengolahan data menggunakan rumus chi kuadrat.
Hasil penelitian dan kesimpulan. Siswa kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta
yang paling banyak memiliki pendidikan seks dengan kategori cukup yaitu 35
orang (64,8%) dan yang paling sedikit memiliki pendidikan seks dengan kategori
cukup yaitu 7 orang (13%). Siswa kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta yang
paling banyak memiliki perilaku seks dengan kategori tidak beresiko yaitu 52
orang (96,3%) dan yang paling sedikit memiliki perilaku seks dengan kategori
cukup beresiko yaitu 2 orang (3,7%). Ada hubungan yang bermakna antara
pendidikan seks dengan perilaku seks siswa kelas X di SMA Negeri 11
Yogyakarta tahun 2011 (c2 = 7, 269; p= 0,026 < 0,05)
Saran bagi siswa Agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang pendidikan
seks yang benar sehingga siswa sehingga lebih mampu mengantisipasi perilaku
seksual tidak sehat.