Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Teguh, Teguh
Prihatiningsih, Dwi
Subject
LB1603 Secondary Education. High schools
Datestamp
2017-11-21 03:26:41
Abstract :
Latar belakang: Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mengalami beberapa kali gempa
bumi besar yang menimbulkan banyak korban baik fisik, mental, maupun material.
Kesiapsiagaan merupakan salah satu bagian dari proses manajemen bencana khususnya
tahap pra-bencana yang bersifat pro-aktif. Sekolah merupakan komunitas penting dalam
kesiapsiagaan karena pada jam-jam pelajaran merupakan tempat berkumpulnya anak
didik yang tentunya mempunyai kerentanan tinggi, apabila tidak dilakukan upaya
pengurangan risiko bencana. Secara kuantitatif yakni sebanyak 75% sekolah di
Indonesia berada pada risiko sedang hingga tinggi.
Tujuan penelitian: Diketahuinya perbedaan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada
sekolah SMP N 1 Imogiri Bantul Yogyakarta dan SMP N 2 Imogiri Bantul Yogyakarta.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan studi komparasi. Tehnik pengambilan
sampel berupa pada Purposive Sampling. Metode pengumpulan data dengan
menggunakan kuesioner dari LIPI (2011) untuk mengukur kesiapsiagaan sekolah dan
masyarakat dalam menghadapi bencana. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney
U-Test.
Hasil penelitian: Berdasarkan uji Mann-Whitney U-Test didapatkan hasil nilai p = 0,000
(p < 0,05), dengan taraf signifikan sebesar 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak
artinya terdapat perbedaan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada sekolah ditinjau
dari status kesiagaan sekolah di SMP N 1 dan 2 Imogiri Bantul Yogyakarta.
Kesimpulan dan saran: Sekolah siaga bencana memiliki tingkat kesiapsiagaan yang
lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah non siaga bencana dalam menghadapi
bencana gempa bumi. Kepala Sekolah khususnya di Bantul, dapat mengurangi risiko
bencana pada sekolah dengan salah satu programnya adalah dengan menyiapkan
menjadi sekolah siaga bencana.