Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Soimah, Nurul
Hidayat, Asri
Subject
BF Psychology
Datestamp
2018-01-02 03:38:25
Abstract :
Siklus kehidupan seorang perempuan secara natural memiliki peran dalam
sistim reproduksi yaitu hamil dan melahirrkan, mempunyai anak merupakan
idaman setiap pasangan suami istri dalam memenuhi perannya. Infertilitas sebagai
keadaan yang menghambat peran dan fungsi pencapaian dari tujuan perkawinan
yang menyimpang sehingga dapat membawa dampak secara psikologis pada
perempuan. Penelitian dilakukan guna menggali permasalahan psikologis
perempuan dengan masalah infertilitas sekunder sehingga dapat diketahui segala
dampak psikologinya.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif studi
fenomenologi diperoleh data melalui wawancara langsung kepada sumbernya
dengan menggali berbagai masalah berupa stress dan kebutuhan yang diinginkan,
pengalaman hidup sebagai perempuan dengan masalah infertilitas.
Informan/partisipan diperolah dengan menentukan kriteria tertentu berdasarkan
pada teori dan berdasarkan pada teori dari penelitian sebelumnya.
Pada penelitian ini didapatkan empat informan yaitu perempuan dengan
masalah infertilitas sekunder, dua informan telah memiliki anak dan dua informan
lain belum memiliki anak mengalami keguguran dua kali. Hasil penelitian dapat
ditemukan bahwa infertilitas berdampak psikologis yaitu stress karena adanya
harapan ingin anak, biaya yang mahal, pengobatan yang memakan waktu lama,
sehingga menjadi suatu pengalaman hidup tidak menyenangkan. Informan
membutuhkan dukungan dari suami dan keluarga baik secara emosional, material
dan juga dari orang-orang disekitarnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi beban psikologis dan stress yang
dialami baik dalam bentuk adaptif sebagai suatu penerimaan keadaan dirinya
secara positif yaitu dengan mengembalikan keadaan sebagai kuasa Tuhan,
sebagaian lagi upaya yang dilakukan secara maladaptive sebagai bentuk stress
penolakan terhadap keadaan dirinya.
Pelayanan kesehatan dan asuhan kebidanan pasien infertilitas hendaknya
dilakukan secara bio, psiko, sosial berkesinambungan.