Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurtanti, Nurtanti
Nawangsih, Umu Hani Edi
Subject
RJ101 Child Health. Child health services
Datestamp
2017-12-30 02:42:00
Abstract :
Lama ketuban pecah dini adalah jarak waktu antara pecahnya ketuban dan
lahirnya bayi lebih dari 24 jam yang mempunyai peranan penting terhadap
timbulnya plasentitis dan amnionitis. Lama ketuban pecah dini akan berdampak
pada kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Asfiksia merupakan penyebab
terbanyak kematian pada bayi baru lahir. Penanganan yang baik pada asfiksia
dapat menekan angka kematian bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah
diketahuinya hubungan lama ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada
bayi baru lahir di RSIA ?Aisyiyah Muntilan Magelang tahun 2010.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey yang bersifat
korelasi dengan pendekatan waktu kohort retrospektif. Metode pengumpulan data
menggunakan studi dokumentasi. Populasi penelitian ini berjumlah 381 kasus.
Sampel penelitian berjumlah 151 kasus dengan metode pengambilan sampling
jenuh. Dengan analisa statistik menggunakan korelasi Spearmen rho.
Hasil uji analisa data dengan Spearmen rho diperoleh nilai koefisien
korelasi Spearmen rho sebesar -0,079. Berdasarkan hasil tersebut, dapat
disimpulkan bahwa tidak ada hubungan lama ketuban pecah dini dengan kejadian
asfiksia pada bayi baru lahir. Saran untuk bidan di instansi terkait, diharapkan
dapat meningkatkan pengetahuan lebih mengenai penanganan yang tepat untuk
ibu hamil yang mengalami lama ketuban pecah dini sehingga dapat
meminimalkan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.