Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Wulandari, Amri
Anjarwati, Anjarwati
Subject
LC5201 Education extension. Adult education. Continuing education
Datestamp
2018-01-02 08:16:23
Abstract :
Data Pusat Study Seksualitas (PSS) PKBI DIY tahun 2008 di Yogyakarta
menunjukkan bahwa remaja melakukan perilaku seksual berpelukan dalam
pacaran 62,1%, bergandengan tangan 60,5 %, berciuman 59,1%, dan saling
meraba mencapai 60%. Berdasarkan hasil pemantauan, remaja menghadapi
kenyataan bahwa kejadian kehamilan di luar nikah dari tahun ke tahun selalu ada.
Hasil studi pendahuluan dari 15 responden, 10 orang mengatakan bahwa seks
pranikah merupakan masalah karena penyelesaiannya belum di ketahui, sehingga
mereka tidak setuju dengan seks pranikah. Sedangkan 5 orang (33%) mengatakan
bahwa seks pranikah merupakan hal yang biasa. Selain itu dalam 2 tahun terakhir,
terdapat 4 orang remaja yang hamil di luar nikah sehingga harus segera
dinikahkan, padahal sebelumnya hanya didapatkan 1 kasus per tahun. Berdasarkan
fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh
penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan sikap terhadap seks
pranikah pada remaja di Kampung Gambiran Yogyakarta Tahun 2010.
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen, rancangan pretespostes
tanpa kelompok control (?One Group pretest-postest) dengan pendekatan
waktu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja di Kampung
Gambiran yaitu berjumlah 55 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
sampel jenuh. Jumlah sampel 48 orang.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan kesehatan
reproduksi remaja terhadap sikap seks pranikah remaja di Kampung Gambiran.
Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 12,350 dengan nilai signifikan
sebesar 0,000 (p<0,05).
Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh yang signifikan antara
penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seks pranikah pada
remaja di Kampung Gambiran Yogyakarta tahun 2010. Saran bagi remaja di
Kampung Gambiran untuk meningkatkan wawasan dan informasi tentang
kesehatan reproduksi agar membentuk sikap yang baik terhadap seks pranikah
pada remaja.