Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Larasati, Eggy Widya
Mufdlilah, Mufdlilah
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2017-12-28 03:53:09
Abstract :
Di Indonesia, data dari SDKI 2007 menyebutkan 61% perempuan menikah
menggunakan kontrasepsi, dengan 57% di antaranya mengunakan kontrasepsi
modern, hanya 4% yang memilih kontrasepsi tradisional. Kontrasepsi modern
yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode suntik, sebanyak 32%.
Bidan sebagai salah satu pemberi layanan KB diharapkan dapat membantu
program yang dicanangkan oleh pemerintah. Berdasarkan studi pendahuluan
didapatkan 5 dari 10 pasien KB suntik di BKIA ?Aisyiyah karang kajen tidak
mengetahui hak-hak pasien yang seharusnya diterima. Penelitian yang berjudul
?Pemenuhan hak-hak akseptor kb suntik bulanan di BKIA ?Aisyiyah Karangkajen
tahun 2010? bertujuan untuk mengetahuinya pemenuhan hak-hak akseptor kb
suntik bulanan di BKIA ?Aisyiyah Karangkajen.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu
menggambarkan keadaan atau status fenomena. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh pasien KB Suntik yang mendapat pelayanan KB Suntik di BKIA
?Aisyiyah Karangkajen sejumlah 100 orang dan jumlah sampelnya sama 80 orang,
Metode pengambilan sampel secara purposive sampling.
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, maka diperoleh hasil bahwa
pemenuhan hak-hak akseptor KB di BKIA ?Aisyiyah Karang kajen yang terdiri
dari 11 hak dan yang tertinggi terpenuhi adalah hak privasi 57,5%, hak
kerahasiaan 56,3% dan hak ganti rugi 57,5%. Kesimpulan dalam penelitian ini
adalah pemenuhan hak-hak akseptor KB suntik bulanan sudah terpenuhi dengan
baik dimana semua hak terpenuhi diatas 50%. Saran dalam penelitian ini yaitu
agar bidan dapat memberikan pelayanan KB sesuai dengan standart dan
memenuhi hak-hak akseptor KB tersebut.