Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Tanberika, Fajar Sari
Rokhanawati, Dewi
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2017-12-07 03:44:20
Abstract :
Berat bayi lahir rendah adalah suatu keadaan energi kronis dan akan
mempunyai status gizi buruk. berat bayi lahir rendah dapat dipengaruhi beberapa
faktor yaitu faktor yang berasal dari ibu seperti usia ibu, paritas, status gizi, kebiasaan
merokok, frekuensi kunjungan ANC dan penyakit kehamilan. Sering kali ibu hamil
cenderung mengabaikan kunjungan ANC. Informasi yang benar dapat membantu ibu
hamil untuk merawat janin dalam kandungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara frekuensi ANC dengan berat bayi lahir rendah di RS
PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2009.
Metode penelitian ini adalah korelasi dan pendekatan waktu cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah ibu dan bayi yang lahir di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta dan sampel penelitian adalah 51 BBLR dan 51 BBLN dengan
pengambilan sampel purposive sample. Pengolahan statistik menggunakan uji
statistik Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan frekuensi kunjungan ANC tidak sesuai dengan
BBLN sebesar 35.3% serta frekuensi kunjungan ANC tidak sesuai dengan BBLR
sebesar 60.8%. Sehingga terdapat hubungan frekuensi antenatal care dengan
kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
dibuktikan dengan nilai (?2) sebesar 6.638 sig 0,010 (p < 0,05) dan nilai Odd Ratio
(OR) sebesar 2.842 sehingga dapat diartikan bahwa frekuensi ANC tidak sesuai
mempunyai resiko 2,8 kali > besar untuk terjadinya berat badan bayi lahir rendah.
Saran bagi ibu hamil agar melakukan kunjungan ANC secara teratur dan sesuai
dengan standar K4 agar faktor terjadinya berat bayi lahir rendah dan Meningkatkan
pelayanan ANC dengan memberikan penyuluhan kepada pasien tetang pentingnya
kunjungan ANC sesuai dengan K4 untuk mengurangi resiko gangguan pada
kehamilan, seperti BBLR. Dalam hal ini peran bidan sangat dibutuhkan.