Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Anggraeni, Fatimah Dewi
Warsiti, Warsiti
Subject
RJ101 Child Health. Child health services
Datestamp
2017-12-26 05:42:30
Abstract :
Infeksi Saluran Pernafasan merupakan salah satu penyebab AKB dan
menempati urutan kedua penyebab kematian bayi yaitu sebanyak 27,6%. ASI
Eksklusif terbukti dapat menurunkan risiko terserang penyakit akut dan kronis
termasuk ISPA. Hal ini dikarenakan ASI memiliki efek protektif terhadap
penyakit infeksi. Berdasarkan Studi Pendahuluan yang dilakukan di RSUD
Penembahan Senopati Bantul pada tahun 2009 di dapatkan jumlah ISPA adalah
698 kasus dan menempati urutan ke dua pada penyakit pada anak. Penelitian ini
untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian asi eksklusif dan kejadian
ispa pada bayi umur 1 tahun di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2010
Desain yang digunakan yaitu dengan survey analitik, dengan metode
Restropektive. Populasi dalam penelitian ini ada 30 responden. Teknik
pengambilan sampel menggunakan sampel sampling aksidental. Data penelitian
diambil secara sekunder dengan wawancara. Uji analisis menggunakan Chi
Kuadrat. Untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan antar variabel digunakan
computer dengan analisis statistik koefesien kontingensi.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden, Riwayat pemberian
ASI eksklusif dan kejadian ISPA terendah adalah pada kategori ISPA tinggi serta
terbanyak dengan ISPA kategori sedang. Pada riwayat pemberian ASI non
eksklusif dan kejadian ISPA terbanyak adalah kategori ISPA sedang dan terendah
adalah pada kategori ISPA rendah. Berdasarkan pengujian dengan komputer
didapatkan hasil Chi Kuadrat p = 0,005 atau lebih kecil dari 0,05 artinya
hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dan kejadian sakit ISPA.
hingga terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dan kejadian
sakit ISPA Koefisien kontingensi sebesar 0,507 atau berada dalam interval 0,40
sampai 0,599 dengan kotigensi sedang. Dari hasil tersebut, diharapkan bagi
tenaga kesehatan khususnya bidan dan dokter lebih optimal melakukan pelayanan
KIA dan bagi