Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Listiyaningsih, Moneca Diah
Kartini, Farida
Subject
RJ Pediatrics
Datestamp
2018-01-27 04:45:24
Abstract :
Persalinan dapat menimbulkan perlukaan pada serviks, vagina, perineum, dan
ruptur uteri. Tempat yang paling sering mengalami perlukaan akibat persalinan
adalah perineum. Sebanyak 70 % wanita yang melahirkan pervaginam mengalami
ruptur perineum (Vicky Chapman, 2006). Pada primipara atau orang yang baru
pertama kali melahirkan, robekan perineum hampir selalu terjadi dan tidak jarang
berulang pada persalinan berikutnya (Sarwono, 2005). Terjadinya ruptur perineum
spontan di pengaruhi banyak faktor seperti dari faktor ibu, janin, dan penolong
persalinan.Untuk mencegah terjadinya ruptur perineum spontan khususnya pada
primigravida maka di perlukan pertolongan persalinan dengan menerapkan APN
(Asuhan Persalinan Normal ).
Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain studi cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 286 ibu bersalin normal
primigravida. Teknik sampling yang di gunakan adalah estimasi proporsi suatu
populasi yaitu dengan simple random sampling .Sehingga sampel dalam penelitian ini
yaitu 120 sampel. Alat yang digunakan menggunakan lembar format penelitian.
Analisis hubungan diketahui dengan menggunakan uji statistik Chi Square ( X2 ) dan
Analisis Rasio Prevalensi (RP) dengan tabel pengamatan cross-sectional
Berdasarkan uji statistik Chi Square didapatkan hasil X2 tabel 4,038 dengan pvalue
0,043 (0,043 < 0,05). Hasil perhitungan Rasio Prevalensi (RP) adalah sebesar
1,74. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan berat badan
lahir dengan kejadian ruptur perineum spontan pada primigravida di Puskesmas
Mergangsan Yogyakarta Tahun 2009 dengan prevalensi ruptur perineum spontan
primigravida pada BBL > 3000 gram lebih besar 1,74 daripada pada bayi dengan
BBL ? 3000 gram.
Saran untuk bidan di Puskesmas Mergangsan, penelitian ini dapat digunakan
untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan asuhan pada ibu bersalin dengan
mengoptimalkan penerapan Asuhan Persalinan Normal (APN), sehingga dapat
mengurangi angka kejadian ruptur perineum.