Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Utami, Nendhi Wahyunia
Nurhidayati, Evi
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2018-01-02 06:31:19
Abstract :
Faktor utama penyebab kematian ibu, bayi dan balita adalah perdarahan,
infeksi keracunan kelahiran, dan kekurangan zat-zat penting yang dibutuhkan
pada masa kelahiran. Infeksi yang banyak dialami oleh ibu sebagian besar
merupakan akibat dari adanya komplikasi atau penyulit kehamilan, 65%
diantaranya adalah karena ketuban pecah dini (KPD). Kadar vitamin C yang
rendah pada ibu hamil memiliki risiko tinggi terhadap ketuban pecah dini atau
KPD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi vitamin
C dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil di RSU PKU
Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2010.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan
pendekatan waktu retrospective. Populasinya adalah semua ibu post partum
dengan ketuban pecah dini di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, yaitu sejumlah 31
responden. Instrumen pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk
mengetahui konsumsi vitamin C dan kejadian KPD. Untuk mengetahui tingkat
kekuatan hubungan antar variabel dilakukan pengujian dengan teknik analisis
menggunakan Kendall Tau.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 31 responden, jumlah responden
paling banyak yaitu 16 atau 51,61% responden mengalami KPD pada usia
kehamilan 33 ? 37 minggu dengan konsumsi vitamin C kurang. Sedangkan paling
sedikit yaitu 1 responden atau 3,22% mengalami KPD pada usia kehamilan 22 ?
27 minggu dengan konsumsi vitamin C yang kurang. Berdasarkan hasil pengujian
diperoleh harga signifikasi sebesar 0,025 sehingga nilai signifikasi ? (p) < 0,05,
artinya ada hubungan Konsumsi Vitamin C dengan Kejadian KPD pada Ibu
Hamil di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2010, dengan tingkat
hubungan sangat rendah.
Hasil penelitian ini diharapkan bagi tenaga kesehatan di RSU PKU
Muhammadiyah Yogyakarta untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan dalam penencegahan kejadian KPD melalui KIE,
konseling dan screening antenatal atau deteksi dini kehamilan beresiko.