Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Mandasari, Nur Fitria
Nawangsih, Umu Hani Edi
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2017-12-29 01:48:30
Abstract :
Status gizi balita yang dipengaruhi oleh masukan zat gizi secara tidak
langsung dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah karakteristik
keluarga. Karakteristik keluarga khususnya ibu berhubungan dengan tumbuh
kembang anak. Ibu sebagai orang yang terdekat dengan lingkungan asuhan anak
ikut berperan dalam proses tumbuh kembang anak melalui zat gizi makanan yang
diberikan. Dampak jangka pendek gizi buruk terhadap perkembangan anak adalah
anak menjadi apatis, mengalami gangguan bicara dan gangguan perkembangan
yang lain. Sedangkan dampak jangka panjang adalah penurunan skor tes IQ,
penurunan perkembangn kognitif, penurunan integrasi sensori, gangguan
pemusatan perhatian, gangguan penurunan rasa percaya diri dan tentu saja
merosotnya prestasi akademik di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu
Kuncup Mekar Dusun Karanganyar yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
karakteristik ibu meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan dan
paritas ibu dengan status gizi balita.
Metode penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan
pendekatan waktu cross sectional. Subyek penelitian adalah ibu dan balita di
Posyandu Kuncup Mekar yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 65 ibu dan
balita. Alat pengumpulan data menggunakan alat timbangan berat badan dan
kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur
ibu dengan status gizi balita dengan nilai p=0,818, tidak ada hubungan antara
pendidikan ibu dengan status gizi balita dengan nilai p=0,053, ada hubungan
antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita dengan nilai p=0,046, ada hubungan
antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi balita dengan nilai p=0,000,
serta ada hubungan antara paritas ibu dengan status gizi balita dengan nilai
p=0,001. Saran bagi pihak yang terkait seperti puskesmas agar lebih
meningkatkan kebijakan gizi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk yang
masih terjadi.