Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Wijayanti, Alvita
Khusnal, Ery
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2018-01-02 07:41:45
Abstract :
Latar Belakang: Satu koma tiga juta anak berumur kurang dari 15 tahun terinfeksi
tuberkulosis dan 450 ribu kasus kematian anak akibat penyakit tuberkulosis.
Dampak-dampak tuberkulosis yang paling umum meliputi gangguan pada sistem
respirasi dan alergi yang diikuti kelainan sensoris dan motoris. Untuk mencapai
kualitas hidup yang optimal pada anak dengan tuberkulosis, perilaku sehat sangat
perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku sehat dimulai dari
tindakan pencegahan, pengobatan, dan pemulihan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan perilaku sehat orang tua dengan kualitas
hidup anak penderita tuberkulosis.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan
pendekatan cross sectional study. Responden dalam penelitian ini berjumlah 13 anak
yang merupakan penderita tuberkulosis dan menjalani pengobatan di Balai
Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Uji
korelasi yang digunakan adalah Spearman rank.
Hasil Penelitian: Semua responden memiliki kualitas hidup baik. Namun, hanya
46% orang tua yang memiliki perilaku sehat tinggi. Hasil uji statistik dengan
menggunakan Spearman Rank Correlation didapatkan nilai korelasi 0,551 untuk
TACQOL kuesioner orang tua dan nilai korelasi 0,316 untuk TACQOL kuesioner
anak dengan taraf signifikan p<0,05.
Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara perilaku
sehat orang tua dengan kualitas hidup anak penderita tuberkulosis.
Saran: Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas hidup anak dengan tuberkulosis dan perluasan wilayah
penelitian untuk memperbesar jumlah responden.