Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Nurhidayah, Anik Eka
Purwati, Yuni
Subject
LB1501 Primary Education
Datestamp
2017-12-30 02:33:24
Abstract :
Latar belakang : menarche biasa menjadi trauma bagi sebagian anak wanita
terutama jika tidak mendapatkan informasi yang jelas sebelumnya. Kesiapan atau
ketidaksiapan menghadapi menarche berdampak pada reaksi individual remaja putri
pada saat menstruasi pertama yang dapat berdampak positif (bangga, senang, tidak
stress) maupun negatif (trauma, depresi, ketakutan).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penyuluhan kesehatan
dan pemberian leaflet tentang menarche terhadap kesiapan menghadapi menarche
pada siswi usia 9-12 tahun di SD Negeri Serangan Ngampilan Yogyakarta tahun
2010.
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu atau
(Quasi Eksperiment) dengan pendekatan Non-Equivalent Control Group. Sampel
dari penelitian ini adalah 32 siswi SD Negeri Serangan Ngampilan Yogyakarta yang
berusia 9-12 tahun diambil secara sample jenuh. Pengambilan data menggunakan
survei, dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner (closed ended) yang
dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Teknik analisis data
menggunakan analisis Mann-Whitney.
Kesimpulan dan Saran: Hasil uji Mann-Whitney diperoleh Z hitung saat post test
sebesar -3,250, dengan signifikan hitung 0,001 < 0,05, yang berarti ada perbedaan
penyuluhan kesehatan dan pemberian leaflet tentang menarche terhadap kesiapan
menghadapi menarche pada siswi usia 9-12 tahun di SD Negeri Serangan Ngampilan
Yogyakarta tahun 2010. Pemberian penyuluhan kesehatan tentang menarche lebih
berpengaruh daripada pemberian leaflet. Bagi penelitian lebih selanjutnya dapat
dilakukan dengan penelitian cohort yang tidak hanya menggunakan metode
kuantitatif tetapi juga dengan metode kualitatif (wawancara) untuk melihat kesiapan
secara lebih pasti.