Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Prasetio, Arif
Hendarsih, Sri
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-29 07:20:44
Abstract :
Latar Belakang : WHO mencatat setiap tahun terdapat 10-20 juta orang melakukan
upaya bunuh diri, dan satu juta diantaranya berhasil. Di Indonesia, khususnya
Kabupaten Gunungkidul menempati urutan pertama angka kejadian bunuh diri di
tingkat Nasional. Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan antara Tingkat
Kesejahteraan dengan Risiko Bunuh Diri pada Kepala Keluarga di Pedukuhan Cekel
Desa Jetis Kecamatan Saptosari Kabupaten gunungkidul Yogyakarta. Metodologi:
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional,
dengan uji korelasi Chi-kuadrat. Populasinya adalah kepala keluarga, tehnik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini
berjumlah 71 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner
untuk menilai tingkat kesejahteraan berjumlah 28 butir dan kuesioner untuk menilai
risiko perilaku bunuh diri berjumlah 16 butir. Metode pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah data primer yang langsung diperoleh dari responden. Analisa
data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Setelah
dianalisa dengan menggunakan uji statistik Chi-kuadrat didapat nilai P-value =
0,034. Karena P-value lebih kecil dari nilai sig 0,05, maka Ho ditolak dan Ha
diterima. Kesimpulan dan saran: Sebagian besar kepala keluarga tergolong
sejahtera yaitu sejumlah 50 orang (70%). Sebagian besar kepala keluarga memiliki
risiko perilaku bunuh diri rendah sejumlah 54 orang (76%). Berdasarkan hasil uji
sttistik dengan Chi-kuadrat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat
kesejahteraan keluarga dengan risiko perilaku bunuh diri. Untuk itu disarankan
kepada bagian KESRA di Desa Jetis agar dapat bekerja sama dengan Puskesmas
bagian promosi kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang pencegahan
perilaku bunuh diri.