Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Paramedika, Aulia
Anita, Diyah Candra
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Datestamp
2017-12-29 06:31:09
Abstract :
Latar Belakang: Femosis adalah suatu keadaan penis dimana preputium tidak bisa ditarik
ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis. Lapis bagian dalam preputium
melekat pada gland penis, sehingga ketika preputium ditarik, gland penis tidak bisa terbuka
seluruhnya, salah satu tindakan yang biasa digunakan untuk menangani kasus femosis yaitu
tindakan sirkumsisi. dan secara umum perawatan luka yang sering digunakan untuk luka
sirkumsisi dengan indikasi femosis yaitu dengan menggunakan NaCl 0,9% dan iodine 10%.
Tujuan: Mengetahui komparasi keefektifan perawatan luka menggunakan Iodine 10% dan
NaCl 0,9% pada penyembuhan luka sirkumsisi dengan indikasi femosis di Pondok Khitan
Al-Karomah Wonosobo.
Metode: Desain menggunakan kuantitatif komparatif, pengambilan data dengan metode
retrospektif. Variabel bebasnya penyembuhan luka sirkumsisi dengan indikasi femosis,
sedangkan variabel terikatnya perawatan luka dengan NaCl0,9% dan Iodine 10%. Metode
pengambilan sampel dengan teknik purposive sample. Analisis menggunakan rumus Chi
Square.
Hasil: Penyembuhan luka sirkumsisi dengan indikasi femosis menggunakan NaCl
0,9% dengan Iodine 10% di Pondok Khitan Al-Karomah Singkir Jaraksari
Wonosobo memiliki efektifitas yang relatif hampir sama yakni sebesar 0,583 kali.
Kesimpulan dan Saran: Tidak ada perbedaan penyembuhan luka antara NaCl 0,9%
dengan Iodine 10% pada penyembuhan luka sirkumsisi dengan indikasi femosis di
Pondok Khitan Al-Karomah Singkir Jaraksari Wonosobo. Untuk penelitian
selanjutnya diharapkan menambah teknik pengumpulan data dengan menggunakan
kuesioner, observasi dan wawancara sehingga akan didapatkan hasil yang lebih
maksimal.