Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
NURLAILI, Datik
Syaifudin, Syaifudin
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-12-29 03:55:40
Abstract :
Latar belakang: Gangguan keseimbangan dan jatuh merupakan salah satu masalah
yang sering terjadi pada lansia akibat berbagai perubahan fungsi organ, penyakit, dan
faktor lingkungan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara frekuensi senam lansia dengan status risiko
jatuh pada usia lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Bantul
Yogyakarta.
Metode penelitian: Merupakan penelitian survey dengan pendekatan waktu cross -
sectional. Sempel 30 responden, diambil secara purposive sampling. Pengambilan
data menggunakan check list observasi untuk frekuensi senam, dan check list
instrumen The time up and go (TUG) Test untuk status risiko jatuh. Teknik analisis
data dengan korelasi kendall tau.
Hasil: 21 responden (70,0%) mempunyai frekuensi senam teratur, 6 responden
(20,0%) kurang teratur, dan 3 responden (10,0%) tidak teratur. Untuk status risiko
jatuh menunjukkan status Variabel Mobility 14 responden (46,7%), status Mostly
Independent 11 responden (36,7%), dan status Mobilitas Bebas sebanyak 5
responden (16,7%). Hasil korelasi antara variabel yaitu r = - 0,599 dengan tingkat
kemaknaan ? = 0,000 (< 0,05). Kontribusi yang diberikan frekuensi senam lansia
dengan status risiko jatuh pada usia lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Budi
Luhur Bantul Yogyakarta adalah sebesar 35,8% yang diperoleh dari koefisien
determinasi sebesar 0,358.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara Hubungan
frekuensi senam lansia dengan status risiko jatuh pada usia lanjut di Panti Sosial
Tresna Wredha Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta.
Saran:Diharapkan Panti Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta.
dapat melakukan kegiatan yang dapat mendukung meningkatnya keaktifan senam
bagi lansia serta dapat melakukan pencegahan terhadap kejadian jatuh pada usia
lanjut.