Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Ernawati, Ernawati
Warsiti, Warsiti
Subject
HQ The family. Marriage. Woman
Datestamp
2017-12-27 05:31:00
Abstract :
Latar Belakang: Partisipasi pria yang rendah dalam keluarga berencana (KB)
selain karena keterbatasan alat kontrasepsi untuk pria juga karena keterbatasan
pengetahuan pria dan wanita akan hak dan kesehatan reproduksi khususnya
program keluarga berencana. Alasan pria/suami tidak ikut serta berperan dalam
penggunaan kontrasepsi yaitu disebabkan karena pria/suami malu atau enggan
untuk datang ke pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran partisipasi suami dalam program KB di Kampung
Jogonegaran Kota Yogyakarta.Metodologi: Penelitian ini berjenis penelitian
deskriptif. Subyek penelitian ini adalah pasangan istri atau suami usia subur
(PUS) yang istrinya mengikuti program KB di Kampung Jogonegaran Kota
Yogyakarta. Metode analisis daya yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil: mayoritas suami berusia 36+ tahun yaitu 123 orang (52,8%), mayoritas
Suami berpendidikan SLTA yaitu 165 orang (70,8%), mayoritas suami berprofesi
pedagang yaitu 121 orang (52%), mayoritas keluarga memiliki jumlah anak 2
yaitu 69 orang (30%) mayoritas keluarga memiliki penghasilan > UMR yaitu 150
orang (64,4%), mayoritas keluarga paling sering mengunjungi pelayanan
kesehatan puskesmas/RS yaitu 204 orang (87,6%), mayoritas keluarga hanya istri
yang mengikuti KB yaitu 196 orang (84,1%), mayoritas responden partisipasinya
terhadap KB tergolong cukup yaitu 186 orang (79,8%), mayoritas partisipasi
suami dalam mendukung (pengambilan keputusan) istri dalam penggunaan alat
kontrasepsi tergolong kurang yaitu 104 orang (44,6%), mayoritas responden
berpartisipasi cukup dalam memberikan dukungan fisik (tenaga dan financial)
untuk program KB yaitu 117 orang (50,2%), mayoritas responden berpartisipasi
baik dalam merencanakan jumlah anak yaitu 163 orang (70%). Saran:
Meningkatkan pengetahuan mengenai partisipasi suami dalam program KB
sehingga menjadikan pertimbangan tersendiri dalam kesuksesan program KB.