Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Fahrudiana, Fuadah
Syaifudin, Syaifudin
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-27 05:35:40
Abstract :
Latar belakang masalah: Masa remaja dipandang sebagai suatu masa individu
dalam proses pertumbuhan, terutama fisik telah mencapai kematangan. Merupakan
masa transisi dari kehidupan masa kanak- kanak ke masa dewasa. Pergolakan emosi
yang terjadi tidak terlepas dari bermacam pengaruh, seperti lingkungan tempat
tinggal, keluarga, sekolah dan teman- teman sebaya serta aktivitas- aktivitas yang
dilakukan dalam kehidupannya. Dalam hal ini orang tua tidak boleh hanya menjadi
pembicara yang baik, tapi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak.
Akan tetapi pada kenyataannya dalam penelitian, orang tua biasanya berbicara tujuh
kali dan mendengar satu kali.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua- anak
dengan perkembangan emosi remaja awal.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
rancangan penelitian korelasional dan pendekatan waktu cross sectional. Tehnik
pengambilan sempel dilakukan dengan cara purposif sampling dengan jumlah
responden 44 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner serta analisis data
menggunakan korelasi tata jenjang dari spearman.
Hasil penelitian: Tidak ada hubungan pola komunikasi orang tua- anak dengan
perkembangan emosi remaja awal ditunjukkan nilai koefisien korelasi adalah sebesar
0,130 dengan tingkat signifikan sebesar 0,400. Berdasarkan kriteria pengambilan
kesimpulan (nilai signifikansi > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Saran: Remaja awal dan orang tuanya diharapkan mampu memahami perubahan
yang terjadi pada remaja ketika memasuki masa ini baik dari segi fisik, psikologis
termasuk emosionalnya dan dapat menjaga jalinan komunikasi yang baik dengan
keterbukaan, diskusi secara aktif sehingga memberikan dampak yang positif bagi
kematangan emosionalnya.