Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Kusnanto, Kusnanto
Syaifudin, Syaifudin
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2017-12-04 05:45:22
Abstract :
Latar Belakang: Pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rutin
sering mengalami kelebihan volume cairan dalam tubuh. Pengeluaran atau
pembuangan kelebihan cairan tubuh ini dapat dilakukan pada saat tindakan
hemodialisa dengan proses ultrafiltrasi. Jumlah cairan yang dikeluarkan pada proses
hemodialisa dihitung berdasarkan kenaikan berat badan pasien ketika datang
dikurangi dengan berat badan kering.
Tujuan: Diketahuinya hubungan hubungan besarnya ultrafiltrasi dengan perubahan
tekanan darah pasien ketika menjalani hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
pendekatan waktu Cross Sectional. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan
timbangan badan dan alat ukur tekanan darah elektrik. Populasi dalam penelitian ini
adalah pasien hemodialisa antara bulan April 2010 sampai dengan bulan Juli 2010
berjumlah 102. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan
didapatkan 102 responden. Teknik untuk menguji hipotesis menggunakan rumus chi
square.
Hasil Penelitian: Hasil pengujian chi square didapatkan nilai ?2 sebesar 7.818 pada
df 2 dengan taraf signifikansi 0,020 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan antara besarnya ultrafitrasi dengan perubahan tekanan darah sistolik
setelah dilakukan hemodialisa.
Saran Penelitian: Bagi Rumah Sakit Khususnya Ruang Hemodialisa agar dapat
meningkatkan pelayanan hemodialisa dengan pembatasan dan pemantauan jumlah
ultrafiltrasi sehingga dapat meminimalkan resiko penurunan tekanan darah yang
dapat membahayakan jiwa pasien.