Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
Mubarokah, Lailatul
Warsiti, Warsiti
Subject
BF Psychology
Datestamp
2017-12-29 03:06:43
Abstract :
Suatu perceraian memiliki pengaruh yang besar terhadap perubahan kelangsungan hidup
pasangan suami istri terlebih anak-anak, apalagi jika si anak tersebut sedang mengalami
masa peralihan dalam perkembangan fisik maupun sosial psikologis atau yang lebih
dikenal dengan masa remaja, karena seperti diketahui kebutuhan anak remaja pada saat
itu terhadap peran orang tua sangat diharapkan lebih dari sebelumnya.
Perceraian orang tua merupakan salah satu stressor penyebab dari stress remaja. Seorang
remaja yang mengalami stress dalam menghadapi masalah perceraian orang tuanya
memerlukan kemampuan pribadi untuk mengurangi stress. Cara itu disebut dengan
koping, koping yang digunakan remaja dalam menghadapi masalah perceraian orang
tuanya yaitu dengan menggunakan koping berfokus pada masalah, dan koping berfokus
pada emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang stress dan
koping remaja dengan orang tua bercerai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan phenomenology. Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan Teknik Indepth Interview. Partisipan dalam penelitian ini
sebanyak tiga orang. Analisa data dilakukan dengan teknik Collaizi. Hasil penelitian ini
mengidentifikasikan empat tema yaitu sumber stres remaja , dampak stres remaja,
koping yang digunakan untuk mengatasi masalah, dan kebutuhan akan dukungan sosial.
Hasil penelitian menggambarkan stress pada remaja dengan orang tua bercerai dan
penggunaan koping yang digunakan pada remaja dengan orang tua bercerai juga
bervariasi. Bagi perawat jiwa diharapkan sebagai professional harus memiliki
kemampuan interpersonal yang baik untuk mampu memahami keunikan individu dalam
merespon masalah termasuk kemampuan untuk mengidentifikasi koping yang
digunakan, sehingga perawat mampu memfasilitasi klien dalam tindakan selanjutnya.