Institusion
Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Author
LISTRIANA, Nunik
Wibowo, Wibowo
Subject
Q Science (General)
Datestamp
2017-12-28 03:47:12
Abstract :
Latar belakang : Lansia membutuhkan nutrisi untuk mempertahankan
kesehatan dan memperlambat timbulnya penyakit degeneratif. Pemberian nutrisi
yang seimbang pada lansia dapat menjaga status gizinya, dengan status gizi yang
baik lansia diharapkan tetap memiliki kemampuan untuk melakukan ADL
(Activity of Daily Living) secara mandiri. Terjadinya penurunan fungsi-fungsi
organ tubuh dapat menjadikan lansia merasa kesulitan untuk melakukan aktifitas
sehari-hari (Activity of Daily Living) sehingga menjadikan lansia membutuhkan
bantuan dari orang lain untuk melakukan aktifitas sehari-harinya.
Tujuan penelitian : mengetahui adanya hubungan antara status gizi dengan
tingkat kemampuan ADL (Activity of Daily Living) pada lansia di Dusun
Paremono Kabupaten Magelang.
Metode penelitian : penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif
korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel yang digunakan
adalah purposive sample. Pengumpulan data untuk mengetahui status gizi pada
lansia menggunakan metode antopometri dengan rumus IMT (Indeks Massa
Tubuh), sedangkan pengumpulan data kemampuan ADL dengan menggunakan
Indeks Barthell. Subyek dalam penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Dusun
Paremono Kab.Magelang. Analisa data menggunakan korelasi bivarian Kendal-
Tau.
Hasil penelitian : dengan pengukuran IMT sebagian besar responden
memiliki status gizi normal, hasil kuisioner Indeks Barthell menunjukkan tingkat
kemampuan ADL sebagian besar responden dalam kategori mandiri penuh. Uji
statistik Kendal Tau (?), diperoleh nilai ?= 0,561 ; p = 0,01, taraf signifikansi (p)
0,01 lebih kecil dari 0,05 (0,01 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan signifikan antara status gizi dengan tingkat kemampuan Activity of
Daily Living (ADL) pada lanjut usia di Dusun Paremono Kabupaten Magelang.
Saran : permasalahan kesehatan lansia bukan saja menjadi milik
pemerintah, masyarakat diharapkan lebih proaktif dan peduli terhadap para lansia,
misalnya saja dengan mendirikan posyandu lansia secara swadaya agar kesehatan
lansia dapat lebih terpantau oleh akses kesehatan.